Jakarta, mediaperkebunan.id – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia merekomendasikan pada Menteri Perdagangan Budi Santoso untuk memberlakukan pembatasan atau moratorium sementara terhadap ekspor kelapa bulat. Tujuannya untuk memastikan kestabilan harga, ketahanan pangan, dan keberlanjutan industri kelapa di Indonesia. Devi Erna Rachmawati , Wakil Ketua Umum Kadin bidang Pertanian menyatakan hal ini.
Kadin sudah menyurati Mendag tanggal 17 Maret lalu mengenai hal ini. Tanggal 13 Maret 2025, di Kantor Kadin Indonesia, Asosiasi Petani Kelapa Indonesia dan Himpunan Industri Pengelola Kelapa Indonesia telah sepakat untuk mendukung program pemerintah dalam hilirisasi sektor kelapa. Dilakukan juga perjanjian kerja sama mengenai ketersediaan bahan baku kelapa untuk industri.
Latar belakang rekomendasi Kadin Indonesia terkait ekspor kelapa bulat adalah :
Produksi kelapa dalam negeri saat ini tidak dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik yang semakin meningkat. Penurunan hasil panen yang disebabkan oleh cuaca buruk, serangan hama, serta faktor alam lainnya menyebabkan pasokan kelapa dalam negeri semakin terbatas.
Pembatasan ekspor atau moratorium sementara diperlukan untuk menstabilkan harga kelapa di pasar domestik. Kenaikan harga kelapa yang signifikan dapat memengaruhi industri pengolahan kelapa dalam negeri, yang sangat bergantung pada pasokan bahan baku kelapa dengan harga yang wajar.
Kelapa merupakan salah satu bahan baku penting dalam industri pangan domestik. Pembatasan ekspor diperlukan untuk memastikan kecukupan pasokan dalam negeri, guna mendukung hilirisasi ketahanan pangan nasional dan menghindari kelangkaan bahan baku bagi produsen makanan dan minuman.
Penerapan moratorium ekspor kelapa sementara akan memberikan kesempatan bagi sektor kelapa untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi secara berkelanjutan, melalui peningkatan metode budidaya yang ramah lingkungan dan efisien.
Dengan pengaturan yang lebih baik dalam pemanfaatan pasokan kelapa, terutama di pasar domestik, diharapkan dapat memberikan kestabilan ekonomi yang lebih baik bagi petani kelapa, yang selama ini terpengaruh oleh fluktuasi harga dan kesulitan akses pasar.