Gelaran Perdana Kompetisi Palm Oil Mill Innovation (POMI) 2026 Lahirkan Tiga Pemenang

Gelaran Perdana Kompetisi Palm Oil Mill Innovation (POMI) 2026 Lahirkan Tiga Pemenang

Medan, mediaperkebunan.id – Kompetisi Palm Oil Mill Innovation (POMI) 2026 resmi melahirkan tiga inovator terbaik pada penjurian yang digelar di Medan, Selasa (7/7/2026). Ajang yang untuk pertama kalinya diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian 4th Technology & Talent Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) 2026 ini menjadi wadah apresiasi sekaligus mendorong lahirnya budaya inovasi berkelanjutan di industri pabrik kelapa sawit (PKS).

Apresiasi terselenggaranya kompetisi ini disampaikan Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumatera Utara, Syahril Pane, yang menilai penyelenggaraan TPOMI beserta kompetisi POMI merupakan langkah penting dalam mendorong kemajuan industri kelapa sawit, khususnya di sektor pengolahan. “GAPKI sangat mengapresiasi dan berterima kasih karena Sumatera Utara menjadi penyelenggara TPOMI dan dikaitkan dengan POMI, kami merasa sangat dihargai. Kami memberikan apresiasi, semoga tahun depan di mana pun dilaksanakan akan sukses,” katanya.

Menurut Syahril, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri sawit, inovasi menjadi kunci agar sektor ini tetap mampu berkembang dan memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan. “Kalau beberapa pakar mengatakan sawit sedang tidak baik-baik saja, tetapi menurut saya sawit saat ini justru menjadi idola yang luar biasa. Karena itu kita harus berinovasi supaya sawit bisa berkembang. Kami menyadari bahwa kalau tidak berinovasi dan mengembangkan sawit, tentu akan muncul berbagai persoalan, terutama di pabrik kelapa sawit,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa berbagai inovasi yang lahir melalui kompetisi POMI diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai tantangan operasional yang dihadapi pabrik kelapa sawit, mulai dari penurunan produktivitas hingga persoalan kualitas bahan baku. “Inovasi-inovasi yang dilahirkan dari TPOMI melalui penjurian ini akan menjadi bekal yang positif sehingga dapat memotivasi para manajer pabrik untuk bekerja secara lebih efisien. Harapan kami, event ini tidak hanya membahas solusi teknis, tetapi juga bagaimana ke depan pabrik kelapa sawit dan seluruh stakeholder dapat berkembang bersama,” ungkapnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan Indonesia (P3PI), Hendra, J. Purba berharap kompetisi ini mampu menjadi pemicu bagi seluruh perusahaan untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan daya saing industri sawit nasional. “Kami berharap ini menjadi motivasi untuk melakukan inovasi dan perbaikan-perbaikan dalam melakukan efisiensi dan peningkatan produktivitas pabrik. Untuk yang lain, ini menjadi inspirasi bagaimana bisa tetap berkompetisi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa antusiasme peserta cukup tinggi. Namun, dari seluruh perusahaan yang mendaftarkan inovasinya, hanya sembilan peserta yang berhasil lolos seleksi hingga tahap penjurian. “Dari sekian banyak yang melakukan registrasi atau mengusulkan, hanya sembilan orang yang memenuhi untuk melakukan seleksi. Juara berapa pun jangan puas, tetapi ini menjadi langkah awal bagaimana inovasi selalu dilakukan di pabrik,” tegasnya.

Ketua Dewan Juri POMI 2026, Ir. Posma Sinurat, M.T., menjelaskan bahwa penyelenggaraan POMI merupakan upaya untuk membangun budaya inovasi sekaligus mengembangkan talenta di industri pabrik kelapa sawit. “Dalam upaya memperkuat budaya teknologi dan talent, pada TPOMI tahun ini kami juga menyelenggarakan Palm Oil Mill Innovation (POMI), yaitu untuk mencari pabrik kelapa sawit yang paling berinovasi di Indonesia.”

Menurut Posma, proses seleksi kompetisi telah dimulai sejak Januari 2026 melalui tahapan administrasi. Dari seluruh peserta yang mendaftar, dewan juri kemudian menetapkan sembilan nominasi terbaik yang berhak melaju ke tahap final.

Tahap penjurian dilaksanakan secara langsung pada 7 Juli 2026, di mana seluruh finalis mempresentasikan inovasi yang telah diterapkan di hadapan dewan juri. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, dipilih tiga inovasi terbaik yang dinilai paling unggul dari aspek manfaat, keberlanjutan, serta potensi implementasinya di industri.

Posma menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar memberikan apresiasi kepada individu maupun perusahaan, tetapi menjadi gerakan untuk membangun budaya continuous improvement di lingkungan pabrik kelapa sawit. “Penghargaan ini bukan hanya apresiasi untuk individu atau perusahaan, tetapi merupakan gerakan untuk menumbuhkan budaya inovasi dan continuously improvement.”

Ia menilai Indonesia memang masih menjadi negara dengan luas perkebunan sawit terbesar di dunia, namun produktivitasnya belum menjadi yang terbaik. Karena itu, ia berharap setiap perusahaan menjadikan inovasi sebagai budaya kerja.

“Kami ingin mendorong setiap perusahaan agar termotivasi untuk melahirkan inovator yang tidak berhenti pada perbaikan sesaat, tetapi mampu membangun sistem kerja yang semakin kuat, efisien, dan produktif. Perusahaan yang unggul bukanlah perusahaan yang sesekali berinovasi, melainkan perusahaan yang menjadikan inovasi sebagai budaya dan bagian dari sistem organisasi.”

Setelah melalui rangkaian presentasi dan penilaian dewan juri, tiga inovasi terbaik kemudian ditetapkan sebagai pemenang POMI 2026. Penghargaan tersebut selanjutnya diumumkan pada malam penganugerahan Medbun Awards 2026 sebagai bagian dari rangkaian 4th TPOMI 2026.

Tiga Inovator Terbaik POMI 2026

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, tiga penghargaan utama POMI 2026 berhasil diraih oleh:

Diamond Award (Juara 1): Hartanto Kusuma Manurung – PT Global Kalimantan Makmur (HPI Agro)

Gold Award (Juara 2): Ayu Karmila – PT Eastern Sumatra Indonesia / PT Tolan Tiga Indonesia (SIPEF Group)

Silver Award (Juara 3): Ferdy Winanta Eka Saputra – PT Mulia Agro Permai (KLK Group)

Selain tiga pemenang utama, dewan juri juga menetapkan enam finalis sebagai Juara Harapan, yaitu:

Juara Harapan 1: Heri Simangunsong – PT Adei Plantation & Industry (KLK Group)
Juara Harapan 2: Muhammad Hafiz Bin Johari – PT Nunukan Jaya Lestari
Juara Harapan 3: Saravanan Kandasamy – PT Adei Plantation & Industry (KLK Group)
Juara Harapan 4: Ilham Dwi Septiaji – PT Adei Plantation & Industry (KLK Group)
Juara Harapan 5: Andi Prima Marpaung – PT Adei Plantation & Industry (KLK Group)
Juara Harapan 6: Ari Efendi – PT Pinang Witmas Sejati POM (KLK Group)

Melalui penyelenggaraan perdana POMI 2026, diharapkan semakin banyak praktisi pabrik kelapa sawit yang terdorong untuk menghadirkan inovasi berkelanjutan dalam operasional pabrik.

Dengan demikian, budaya inovasi tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi berkembang menjadi bagian dari sistem kerja yang mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing industri kelapa sawit Indonesia di tingkat global.