Jakarta, Mediaperkebunan.id – Peraturan Presiden nomor 132 tahun 2024 tentang Pengelolaan Dana Perkebunan mentransformasi Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menjadi BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan) karena komoditas yang dikelola bertambah dengan kelapa dan kakao. Menurut Perpres sumber pendanaan BPDP berasal dari pungutan ekspor dan iuran perusahaan perkebunan. Pungutan ekspor menurut Peraturan Menteri Keuangan nomor 69 tahun 2025 saat ini dikenakan pada ekspor minyak sawit dan turunannya dan biji kakao. Belum ada sumber pendanaan untuk kelapa.
Sedang pembiayaan kelapa yang berdampak langsung program hulu adalah peremajaan kelapa rakyat dan sarana dan prasarana industri perkebunan kelapa. Sedang yang berdampak tidak langsung hilir adalah program penelitian dan pengembangan kelapa, pengembangan SDM kelapa dan promosi dan kemitraan kelapa.
Pendanaan BPDP tentu menjadi angin segar bagi industri kelapa di Indonesia. Tetapi apa dan bagaimananya belum banyak yang tahu. Supaya lebih jelas maka hadirilah IICCE 2026.
Pada ICCE 2026 yang dilaksanakan tanggal 10 Juli 2026, BPDP hadir sebagai pembicara yakni Muhammad Alfansyah, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP dengan topik “Revitalizing the Coconut Industry through Research Funding, Smallholder Development, and Human Capital Enhancement”
Tak hanya menghadirkan BPDP, menggelar seminar dan forum diskusi, IICCE 2026 bakal menghadirkan pameran berskala besar yang diikuti oleh berbagai perusahaan lokal dan multinasional. Eksibisi ini akan memamerkan beragam inovasi terbaru, meliputi teknologi manufaktur, mesin pengolahan modern, peralatan perkebunan, produk hilir kelapa, sistem pengemasan, hingga solusi rantai pasok global.
Perhelatan ini dirancang sebagai wadah pertemuan internasional bagi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, investor, serta pemangku kepentingan global. Melalui sinergi ini, IICCE menargetkan penarikan investasi baru, percepatan transfer teknologi, dan perluasan jangkauan pasar global.
Secara jangka panjang, IICCE 2026 mengemban misi strategis dalam mendorong revitalisasi industri kelapa nasional. Penguatan inovasi dan kemitraan berkelanjutan ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas serta daya saing komoditas kelapa Indonesia di kancah internasional.