Tag: nilam

Harga Minyak Atisiri Melonjak, Petani Bersorak

JAKARTA, mediaperkebunan.id – Harga minyak atsiri melonjak tajam, petani minyak atsiri bersorak dan mulai bernafas lega. Minyak serai wangi, misalnya naik di atas Rp 200 ribu per kilogram (kg). Padahal dalam tiga tiga tahun terakkhir harganya anjlok berkisar 100 ribu/kg. “Alhamdulillah panen serai wangi masih lancar. Harga melonjak di atas 200-an per kilo,” ujar Ketua

Perlu Pengelolaan Benih Perkebunan yang Berkualitas

JAKARTA, Mediaperkebunan.id – Dalam rangka mewujudkan produk hasil perkebunan nasional bernilai tambah dan berdaya saing sesuai dengan kepentingan penguatan ekonomi nasional, perlu dilakukan pengelolaan benih tanaman perkebunan yang berkualitas. Hal ini untuk memastikan ketersediaan dan kualitas benih yang memadai. “Kualitas benih yang baik akan mempengaruhi produktivitas tanaman perkebunan, yang pada akhirnya menigkatkan produksi tanaman perkebunan,”

Industri Atsiri Harus Berbagi Resiko dengan Petani

SAMARINDA, Perkebunannews.com – Industri tidak akan maju tanpa adanya perlindungan terhadap produsen bahan baku. Karena itu industri minyak atsiri harus berbagi resiko bersama petani disaat harga komoditas turun. Hal itu ditegaskan Direktur Tanaman Semusim dan Rempah, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) Agus Wahyudi pada Konferensi Nasional Minyak Atsiri (KNMA) 2019 di Samarinda, Rabu (16/10).

NEGARA HARUS HADIR DALAM RISET PERKEBUNAN

Perkebunan adalah penghasil devisa terbesar. Dari nilai ekspor pertanian tahun 2017 sebesar USD33,05 miliar maka 96,36% atau USD31,8 miliar berasal dari perkebunan. Neraca ekspor impor pertanian selalu surplus karena perkebunan. Hampir seluruh produk perkebunan untuk tujuan ekspor. Sayang perhatian pemerintah pada perkebunan masih rendah sekali. Meskipun penghasil devisa terbesar beberapa komoditas produksinya semakin menurun. Saat

Rendahnya Produktivitas Lemahkan Daya Saing Perkebunan Rakyat

YOGYAKARTA, Perkebunannews.com – Rendahnya tingkat produktivitas menjadi titik lemahnya daya saing perkebunan rakyat. Padahal dari segi luasan dan volumen, perkebunan rakyat mencapai 63 persen. Efisiensi menjadi kunci mendorong daya saing. Demikian juga dengan ketersediaan benih. Demikian dikatakan Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono dalam pembukaan rapat kerja nasional (Rakernas) Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia

Tujuh Komoditas Menjadi Prioritas 2019

BOGOR, Perkebunannews.com – Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan), pada 2019 memprioritaskan pengembangan perkebunan pada tujuh kemoditas seluas 88.681 hektar (Ha). Ketujuh komoditas itu meliputi pala (27.201 Ha), lada (7.020 Ha), kakao (8.000 Ha), kopi (12.000 Ha), kelapa (14.000 Ha), karet ( 6.010 Ha) dan tebu (14.450 Ha). Meski alokasi anggaran sub sektor perkebunan 2019

90 Persen Minyak Nilam Dunia Dipasok Indonesia

MEDAN, Perkebunannews.com – Indonesia merupakan negara pemasok 90 persen kebutuhan minyak nilam di dunia. Dari 70 jenis minyak atsiri yang beredar di pasaran dunia, 40 jenis tanaman yang menghasilkan minyak atsiri terdapat di Indonesia. Namun dari jumlah itu baru sebagian yang digunakan sebagai sumber minyak atsiri secara komersial di antaranya berasal dari komoditas perkebunan, yakni

650 Lebih Tanaman Obat Organik Ada di Kampoeng Djamoe

Di atas lahan seluas 10 hektar setidaknya terdapat 650 lebih jenis tanaman obat, aromatik, dan kosmetik di Kampoeng Djamoe, Cikarang, Jawa Barat. “Ini semua (tanaman) organik dan alami. Tidak ada chemical,” ujar Penanggungjawab Kampoeng Djamoe Heru Wardana kepada Perkebunannews.com. Namun jangan salah. Semua tanaman obat yang ditanam di Kampoeng Djamoe milik Martina Berto itu bukan

Sudah 38 Produk Perkebunan Bersertifikat IG

Jakarta – Kementerian Pertanian mencatat sejak 2008 setidaknya telah dihasilkan 56 produk pertanian yang mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG). Dari jumlah itu, 38 produk merupakan komoditi perkebunan, seperti kopi, lda, kayu manis, tembakau, gula kelapa, minyak nilam, mete, vanili, pala, dan gambir. Sedangkan produk perkebunan yang paling banyak mendapat IG adalah kopi sebanyak 22 sertifikat.