Tag: opt

Perlindungan Perkebunan Mengurangi Risiko Kerugian

JAKARTA, Mediaperkebunan.id – Perlindungan perkebunan merupakan bagian penting dalam rangkaian produksi komoditas perkebunan. Keberhasilan dalam perlindungan perkebunan mengurangi risiko kerugian dan kegagalan. Direktur Perlindungan Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementeria Pertanian (Kementan) Hendratmojo Bagus Hudoro mengatakan, keberhasilan dalam perlindungan perkebunan akan mengurangi risiko kerugian atau kegagalan, terutama di kawasan perkebunan yang menjadi prioritas...

Syngenta Indonesia Dukung Petani di Masa Pandemi

Jakarta, mediaperkebunan.id – Pada masa pandemi mempertahankan dan meningkatkan ketahanan pangan (food security) menjadi tantangan setiap bangsa dan negara. Bagaimana mempertahankan dan meningkatkan ketersediaan pangan, sementara pada saat yang sama produktivitas masyarakat terkena dampak akibat pembatasan dan penurunan mobilitas? Syngenta yang telah hadir di Indonesia sejak tahun 1960-an, menjadikan tantangan masa pandemi sebagai momentum untuk

PENGGUNAN BAHAN TANAM TOLERAN PILIHAN TEPAT KENDALIKAN GANODERMA

Jakarta, Mediaperkebunan.id Pengendalian Ganoderma secara terpadu merupakan strategi yang paling menjanjikan dengan mengkombinasikan semua metode yaitu hayati, pengolahan lahan/kultur teknis, pemusnahan sumber inokulum/sanitasi. “Saat ini menggunakan material tanaman yang toleran terhadap ganoderma adalah pilihan yang paling tepat,” kata Chandra Ady Passa, pada webinar “Socfindo Menyapa Petani Sawit Pastikan yang Anda Tanam Bibit Unggul” kerjasama dengan

Ini Dia Program Kementan Hadapi La Nina

JAKARTA, Mediaperkebunan.id – Dalam upaya menghadapi fenomena La Nina, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) telah sigap dengan program penanganannya. Program ini antara lain melalui Pengendalian Hama Terpadu (PHT) komoditas perkebunan, Pembuatan Metabolis Sekunder Agens Pengendali Hayati (MS APH), Pengendalian secara terpadu melalui sistem aplikasi pada website Ditjenbun (SinTa, dan Avi My Darling). Sedangkan untuk

Kementan Sigap Hadapi La Nina

JAKARTA, Mediaperkebunan.id – Curah hujan dengan intensitas tinggi dan terus menerus di beberapa wilayah Indonesia serta kejadian bencana alam yang dipicu La Nina akan sangat berdampak pada keberlangsungan pertanian termasuk perkebunan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, puncak musim hujan di Indonesia diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2022. Menyikapi prediksi tersebut, Kementerian Pertanian