HIPKI dan Kemendes PDT Libatkan Petani Lewat Bumdes untuk Hilirisasi Kelapa

HIPKI dan Kemendes PDT Libatkan Petani Lewat Bumdes untuk Hilirisasi Kelapa

Jakarta, mediaperkebunan,id – Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI) dan Asosiasi Petani Kelapa Indonesia (APKI) mendukung program hilirisasi kelapa pemerintah. Tujuannya supaya petani kelapa bisa masuk program hilirisasi dan meningkatkan kesejahteraan petani. Donatus Gede Sabon, Sekjen HIPKI menyatakan hal ini.

HIPKI dalam 3 bulan terakhir terus berkoordinasi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal untuk program hilirisasi kelapa. Ini salah satu upaya HIPKI untuk ikut serta program pemerintah mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi 8% yaitu pelibatan petani melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terlibat dalam hilirisasi.

Saat ini sudah membuat beberapa skema kerjasama dan rekapitulasi data  BUMDes yang berada di sekitar pabrik pengolahan kelapa anggota HIPKI untuk dilakukan kerjasama nantinya.

Skema 1: Petani mengelola produksi kelapa, BUMDes/koperasi desa menjadi pemasok kelapa butiran atau pengolah kelapa menjadi produk setengah jadi.

Pemerintah desa memberikan modal yang diambil dari dana desa sedang Kemendes PDT memfasilitasi kerjasama dan pendampungan BUMDes. Kelapa butiran, kelapa kupas, arang, nata de coco dan kopra dari BUMDes ditampung oleh pabrik anggota HIPKI untuk diolah jadi produk lebih lanjut.

Skema 2 adalah petani mengelola produksi kelapa.

Pemerintah desa memberikan modal yang diambil dari dana desa sedang Kemendes PDT memfasilitasi kerjasama dan pendampungan BUMDes. BUMDes/Koperasi Desa bekerjasama dengan HIPKI membangun industri pengolahan kelapa yang mengolah kelapa jadi barang jadi. Industri yang bisa dibangun adalah santan, dessicated coconut, air kelapa, arang briket, karbon aktif, minyak kelapa, oleokimia kelapa, gula kelapa, konsentrat, minuman nira, coco fiber, geotekstil, matras, coco peat. Tugas HIPKI adalah menjadi offtaker.

Skema 3 petani mengelola produksi kelapa.

Pemerintah desa memberikan modal yang diambil dari dana desa sedang Kemendes PDT memfasilitasi kerjasama dan pendampungan BUMDes. BUMDesa yang sudah masuk dalam industri pengolahan didorong untuk memproduksi olahan lebih lanjut. Misalnya yang memproduksi arang ditingkatkan jadi karbon aktif dan arang aktif, yang memproduksi kopra ditingkatkan jadi minyak kelapa dan oleokimia kelapa. HIPKI menghubungkan pabrik ini dengan offtaker.

Hasil rekap BUMDesa di sekitar pabrik anggota HIPKI adalah untuk industri kelapa terpadu PT Bionesia Organic Food di Bintan ada 9 BUMDesa, PT Inhil Sarimas Kelapa di Inhil ada 44 BUMDes, PT Pulau Sambu di Inhil ada 6 BUMDes, PT Riau Sakti Uniterd Plantations di Inhil ada 17 BUMDes, PT Bumi Sarimas Indonesia di Padang Pariaman ada 2 BUMDes, PT Pacific Eastern Coconut Utama di Pangandaran ada 63 BUMDes, PT Sari Segar Husada di Lampung Selatan ada 41 BUMDes, PT Kelapa Hijau Bina Lestari di Polewali Mandar ada 8 BUMDes, PT Sasa Inti di Minahasa Selatan ada 5 BUMDes, PT Inti Jaya Tangguh di Gorontalo ada 182 BUMDes, PT Natural Indococonut Organic di Halmahera ada 71 BUMDes.

Demikian juga untuk industri lain yang hanya menghasilkan gula kelapa, nata de coco, minyak kelapa, dessicated coconut, arang briket, karbon aktif sudah direkap jumlah bumdes di sekitarnya.

Menurut Dippose Naloanro Simanjuntak, Ketua Bidang Industri Aneka Produk Kelapa HIPKI, bahwa HIPKI sudah menandatangani MoU dengan APKI. Pelaksanaanya untuk meningkatkan kesejahteraan petani pada program hilirisasi , HIPKI juga akan memprioritaskan dan bergedengan tangan bekerjasama dengan anggota APKI yang tersebar di 21 provinsi dan 107 kabupaten di seluruh Indonesia dengan anggota diperkirakan sebanyak 2,7 juta orang.