Jakarta, mediaperkebunan.id – Hari-hari belakangan ini kelapa genjah Cikur dari Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat (Jabar), menjadi sorotan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta sejumlah kalangan global yang tergabung dalam International Coconut Community (ICC).
Melalui Pusat Riset Tanaman Perkebunan (PRBun) pada Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP), BRIN menjalin kerja sama strategis dengan ICC untuk memperkuat riset pengembangan benih kelapa unggul.
Kolaborasi san kerjasama strategis antara BRIN dan ICC ditandai dengan dilakukannya acara penandatanganan kerjasama yang berlangsung di Gedung BNC BRIN Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Cibinong, beberapa hari yang lalu.
Kolaborasi kedua belah pihak dilakukan melalui pendekatan bioteknologi, termasuk teknik peningkatan kesuburan, dalam hal ini tanaman kelapa, atau teknik in vitro.
Selanjutnya dilakukan kajian metabolomik dengan tujuan untuk melakukan karakterisasi dan kuantifikasi secara menyeluruh terkait metabolit dalam sistem biologis sel di dalam kelapa, dan analisis stabilitas genetik.
Setiari Marwanto selaku Kepala PRBun bilang bahwa kolaborasi antara kedua pihak dilakukan karena tanaman kelapa merupakan salah satu komoditas strategis Indonesia.
“Bagi Indonesia, komoditas kelapa memiliki nilai ekonomi yang tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ucap Setiari Marwanto dalam keterangan resmi yang dikutip Mediaperkebunan.id, Selasa (2/7/2025).
Namun, kata dia lagi, tantangan seperti keterbatasan benih unggul dan rendahnya produktivitas masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pihak-pihak terkait.
Setiari Marwanto mengungkapkan, selama ini upaya perbanyakan kelapa genjah Cikur masih menggunakan metode konvensional yang memerlukan waktu lama dan hasilnya tidak selalu seragam secara genetik.
Menurut Setiari Marwanto, kerjasama strategis antara BRIN dan ICC dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mendukung transformasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Setiari mengatakan mengatakan, kolaborasi antara BRIN dan ICC diarahkan untuk memperkuat riset pengembangan benih kelapa unggul.
Melalui kolaborasi tersebut mereka berharap ada berbagai keluaran atau output riset yang dihasilkan dan akan berdampak nyata dalam mendukung kemajuan industri kelapa di Indonesia.
“Penguatan sektor perkebunan ini sangat penting, khususnya perkebunan kelapa, dalam mendukung program ketahanan dan kemandirian pangan nasional,” papar Setiari Marwanto.
“Kelapa merupakan satu dari enam komoditas strategis yang menjadi fokus pembangunan pemerintah hingga 2026,” tegas Setiari Marwanto sebagai Kepala PRBun BRIN.
Pihaknya berkeinginan agar penandatanganan kerja sama ini menjadi wujud konkret dukungan terhadap pengembangan kelapa nasional, baik dari sisi penyediaan benih unggul hingga peningkatan ekspor produk turunannya.