Bogor, mediaperkebunan.id – Asosiasi Perbenihan Indonesia (ASBENINDO) resmi mengukuhkan Dewan Pengurus periode 2026–2031 sekaligus menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, Rabu (1/7). Mengusung tema “Sinergi Benih, Daulat Negeri”, kegiatan ini menjadi momentum transformasi organisasi dalam memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan guna membangun ekosistem perbenihan nasional yang tangguh, sehat, dan berkelanjutan.
Pengukuhan kepengurusan baru tersebut dilakukan di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks, mulai dari dampak perubahan iklim global, dinamika regulasi, hingga sistem logistik nasional. Melalui kepengurusan baru, ASBENINDO menegaskan komitmennya menjadi wadah yang lebih inklusif, adaptif, serta berorientasi pada hasil nyata dalam mendukung penguatan sektor hulu pertanian Indonesia.
Berdasarkan hasil Kongres ASBENINDO yang telah dilaksanakan pada 20 April 2026, organisasi kini dipimpin oleh Ayub Darmanto sebagai Ketua Umum dan Dadang Syamsul Munir sebagai Sekretaris Jenderal. Kepemimpinan baru tersebut mengemban misi memperkuat peran ASBENINDO sebagai jembatan strategis antara pemerintah, dunia riset, industri perbenihan, dan petani.
“Kedaulatan pangan tidak dapat dilepaskan dari kedaulatan benih. ASBENINDO Periode 2026–2031 berkomitmen penuh memperkuat kolaborasi multipihak agar Indonesia memiliki sistem perbenihan yang mandiri dan berdaya saing tinggi,” tegas Ayub Darmanto dalam keterangan yang diberikan kepada wartawan.
Kepengurusan ASBENINDO periode 2026–2031 melibatkan berbagai unsur ekosistem perbenihan nasional, mulai dari pelaku industri perusahaan nasional maupun multinasional, praktisi, akademisi, hingga pakar di tingkat pusat dan daerah. Struktur organisasi tersebut juga diperkuat dengan kehadiran sejumlah tokoh nasional dalam jajaran Dewan Pembina, antara lain Wakil Menteri Pertanian RI Dr. Sudaryono, Kepala BRIN RI, Prof. Dr. Arif Satria, Anggota DPR RI Dr. Ir. Herman Haeron, serta Guru Besar Fakultas Pertanian IPB Prof. Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi.
Pada Rakernas 2026, ASBENINDO turut menetapkan empat pilar program kerja sebagai strategi utama dalam menjawab berbagai tantangan sektor perbenihan nasional.
Pilar pertama berfokus pada komunikasi dan kolaborasi strategis dengan pemerintah melalui advokasi penyesuaian harga ketetapan benih, perluasan skema Sertifikasi Benih Mandiri bersama Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB), serta sinkronisasi data kebutuhan benih nasional agar tidak terjadi kelangkaan menjelang musim tanam.
Pilar kedua menempatkan anggota sebagai fokus utama dengan mendorong perlindungan usaha dan peningkatan kapasitas industri melalui pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) ASBENINDO, percepatan sertifikasi mandiri, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) varietas, penyediaan platform digital data industri, hingga penyelenggaraan Festival Benih Indonesia (FBI) sebagai agenda tahunan.
Sementara itu, pilar ketiga diarahkan untuk memperluas konektivitas global melalui kerja sama riset internasional, adopsi teknologi pascapanen, edukasi modern melalui podcast dan e-bulletin, serta pembangunan lahan percontohan (demfarm) di tingkat desa sebagai media pembelajaran budidaya varietas unggul bagi petani.
Adapun pilar keempat menitikberatkan pada strategi pendanaan mandiri guna menjamin keberlanjutan organisasi melalui optimalisasi iuran anggota, pengembangan platform digital, penyediaan jasa pendidikan dan pelatihan profesi, layanan mediasi bisnis, serta pengembangan kemitraan komersial yang saling menguntungkan.
Sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun industri perbenihan nasional, prosesi pengukuhan juga ditandai dengan Bejana Sinergi Benih, yang menjadi representasi tekad seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga benih bermutu sebagai fondasi utama masa depan pertanian Indonesia.
Melalui implementasi empat pilar tersebut, ASBENINDO optimistis dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, dan petani sehingga kebijakan di tingkat nasional dapat diwujudkan menjadi penyediaan benih berkualitas yang siap ditanam secara luas. Organisasi ini berharap semangat “Sinergi Benih, Daulat Negeri” dapat menjadi landasan dalam mempercepat terwujudnya kemandirian pangan Indonesia.