CENGKEH

Cengkeh Semakin Terpuruk Akibat Regulasi

JAKARTA, Perkebunannews.com – Harga bakal semakin terpuruh akibat beberapa regulasi yang dikeluarkan pemerintah. Setelah kenaikan cukai 23 persen pada 2020 mendatang. Kini tekanan harga semakin kuat terkait rencana revisi Peraturan Pemerintah (PP) 109. Padahal selama tiga tahun terakhir harga cengkeh sudah anjlok akibat aturan yang memboleh impor cengkeh. Sekjen Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI), IK

IHT Sumbang 10 Persen APBN

JAKARTA, Perkebunannews.com – Industri Hasil Tembakau (IHT) nasional menyumbang pendapatan negara dalam bentuk cukai sebesar Rp 180 triliun. Selain devisa IHT mencapai 10 persen untuk anggaran pendapatan negara (APBN). Kebijakan pengendalian tembakau selama ini sudah cukup mengurangi industri rokok nasional. Demikian dikatakan Kasubdit Industri Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Mogadishu Djati Ertanto

Siantan Agribun, Cengkeh Unggul Teranyar

JAKARTA, Perkebunnews.com – Satu lagi cengkeh unggul teranyar bakal dirilis. Cengkeh Siantan Agribun dari Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, yang telah disetujui dilepas Tim Penilai Varietas Tanaman Perkebunan, Kementerian Pertanian, ini memiliki berbagai keunggulan. Dalam sidang Tim Penilai Varietas Tanaman (TPV) Perkebunan Semester II di Solo, pertengahan Oktober 2019 lalu, peneliti Balittro yang juga

41 Varietas Perkebunan Disetujui Dilepas

JAKARTA, Perkebunannews.com – Tim Penilai Varietas Tanaman Perkebunan menyetujui 41 calon varietas perkebunan untuk dilepas sebagai benih bina. Sedangkan enam usulan calon varietas ditolak masing-masing tiga benih kelapas sawit, dua benih teh, dan satu usulan varietas abaka. Usulan benih yang ditolak antara lain tiga benih sawit dari PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi karena tidak ada

Ditjen Perkebunan Mendorong Percepatan Investasi

JAKARTA, Perkebunannews.com – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong masuknya investasi, khususnya komoditas perkebunan. Guna meningkatkan ekspor, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan, melakukan percepatan investasi dengan menggelar silarturahmi bersama para calon invesator. Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyono menyebutkan, saat ini ada 514 calon inverstor yang tertarik berinvestasi di sub sektor perkebunan. “Nilainya cukup tinggi, yakni sekitar Rp

BUN 500 Juta Resmi Diluncurkan

PALANGKARAYA, Perkebunannews.com – Menteri Pertanian secara resmi meluncurkan Program Benih Unggul Perkebunan (BUN) 500 juta 2019 – 2024. Program penyediaan bibit sebanyak 500 juta ini untuk 10 komoditas meliputi kakao, kopi, karet, kelapa, lada, cengkeh, pala, tebu, teh dan jambu mete. “Alhamdulillah hari ini kita lounching BUN 500. Kita sudah mulai tiga tahun yang lalu

PROGRAM BUN 500 JUTA SIAP DILUNCURKAN

PALANGKARAYA, Perkebunannews.com – Sebanyak 80.000 benih komoditas perkebunan siap dibagikan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam peluncuran program Benih Unggul Perkebunan (BUN) 500 juta Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian di Bukit Batu, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (18/7). Sejuta benih yang diangkut 70 truk ke lokasi disiapkan dalam peluncuran BUN 500 di Kalteng ini. Ada lima komoditas

MENTAN MINTA PENGEMBANGAN PERKEBUNAN DARI HULU SAMPAI HILIR

Menteri Pertanian Amran Sulaiman minta Ditjen Perkebunan untuk tetap fokus mengembangkan sub sektor perkebunan seperti rempah dan komoditas perkebunan strategis lainnya ke depan. Bahkan pengembangan sub sektor perkebunan diharapkan tak hanya di hulu saja tetapi sampai ke hilir juga. Nilai tambah perkebunan ada di hilir. Program andalan yaitu Ditjenbun yaitu BUN 500 yaitu benih bermutu

NEGARA HARUS HADIR DALAM RISET PERKEBUNAN

Perkebunan adalah penghasil devisa terbesar. Dari nilai ekspor pertanian tahun 2017 sebesar USD33,05 miliar maka 96,36% atau USD31,8 miliar berasal dari perkebunan. Neraca ekspor impor pertanian selalu surplus karena perkebunan. Hampir seluruh produk perkebunan untuk tujuan ekspor. Sayang perhatian pemerintah pada perkebunan masih rendah sekali. Meskipun penghasil devisa terbesar beberapa komoditas produksinya semakin menurun. Saat

Tujuh Komoditas Menjadi Prioritas 2019

BOGOR, Perkebunannews.com – Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan), pada 2019 memprioritaskan pengembangan perkebunan pada tujuh kemoditas seluas 88.681 hektar (Ha). Ketujuh komoditas itu meliputi pala (27.201 Ha), lada (7.020 Ha), kakao (8.000 Ha), kopi (12.000 Ha), kelapa (14.000 Ha), karet ( 6.010 Ha) dan tebu (14.450 Ha). Meski alokasi anggaran sub sektor perkebunan 2019

90 Persen Minyak Nilam Dunia Dipasok Indonesia

MEDAN, Perkebunannews.com – Indonesia merupakan negara pemasok 90 persen kebutuhan minyak nilam di dunia. Dari 70 jenis minyak atsiri yang beredar di pasaran dunia, 40 jenis tanaman yang menghasilkan minyak atsiri terdapat di Indonesia. Namun dari jumlah itu baru sebagian yang digunakan sebagai sumber minyak atsiri secara komersial di antaranya berasal dari komoditas perkebunan, yakni

PEMERINTAH CARI JALAN ATASI TURUNNYA HARGA KOMODITAS PERKEBUNAN

Menghadapi turunnya beberapa komoditas perkebunan, terutama CPO juga kelapa dan komoditas lain, pemerintah tidak tinggal diam. “Kami sedang memikirkan berbagai cara untuk mengatasi masalah ini. Petani diminta kompak dan cerdas, jangan sampai terpancing untuk melakukan demonstrasi yang pada akhirnya pemerintah sibuk mengatasi demo dan bukan pada permasalahan pokoknya,” kata Dirjen Perkebunan, Bambang. Turunnya harga CPO