Jambi, Mediaperkebunan.id – Tumpang sari atau intercropping pagi gogo berpotensi membuat para petani kelapa sawit meraup cuan atau keuntungan saat menjalani program peremajaan sawit rakyat (PSR).
“Selain mendukung ketahanan pangan, intercopping pagi gogo ini membuat para petani peserta program PSR bisa memperoleh pendapatan tambahan saat di fase tanaman belum menghasilkan (TBM) atau saat sawit mereka memasuki masa panen,” kata Direktur Utama (Dirut) PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, belum lama ini
Hal itu dikatakan mantan Direktur PTPN V Riau ini dalam acara penanaman padi gogo di lahan milik para petani sawit yang tergabung dalam koperasi unit desa (KUD) Dwi Jaya, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Sungai Bahar Selatan, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Jatmiko Santosa menyebutkan bahwa metode intercropping ini memungkinkan petani bisa panen hingga tiga kali dalam satu tahun, dengan potensi hasil mencapai 20 ton gabah kering sebelum sawit menghasilkan tandan buah segar.
“Insya Allah, rekan-rekan petani kelapa sawit yang tergabung dalam KUD Dwi Jaya juga akan mendapatkan penghasilan tambahan yang signifikan,” ujar Jatmiko Santosa seperti dikutip Mediaperkebunan.id, Senin (24/2/2025).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi pun menyambut baik inisiatif ini. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman, dalam acara itu menilai bahwa program PSR yang dipadukan dengan intercopping padi gogo melalui program tanam padi PTPN atau program TAMPAN ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi berkomitmen dalam mencapai swasembada pangan. Untuk itu, kami memberikan apresiasi yang sangat besar atas terlaksananya program TAMPAN oleh PTPN IV,” ungkap Sudirman.
Seperti diberitakan sebelumnya bahwa para petani kelapa sawit yang tergabung dalam KUD Dwi Jaya, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Sungai Bahar Selatan, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, menyediakan lahan mereka seluas 140,62 hektar (Ha) untuk ditanami padi gogo. Pola penanaman yang menggunakan sistem intercopping atau tumpang sari itu dikerjakan oleh PTPN IV PalmCo di lahan petani yang sedang menjalani peremajaan melalui program PSR.
Jatmiko Santosa mengatakan apa yang dilakukan PTPN ini merupakan bagian dari cakupan program TAMPAN atau Tanam Padi PTPN dan merupakan langkah strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Sejalan dengan arahan Holding Perkebunan dan Kementerian BUMN RI selaku pemegang saham, PTPN IV PalmCo berkomitmen mendukung program dimaksud,” tegas Jatmiko Santosa selaku Dirut PalmCo.