Jaga Sawitan: Perkuat Perlindungan Buruh untuk Sawit Berkelanjutan

Jaga Sawitan: Perkuat Perlindungan Buruh untuk Sawit Berkelanjutan

Jakarta, mediaperkebunan.id – Jaga Sawitan kembali menggelar dialog interaktif antara pemangku kepentingan industri sawit guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik dan berkelanjutan. Dialog kali ini mengusung tema “Buruh dalam Tata Kelola Sawit Berkelanjutan”. Acara ini digelar sebagai bentuk komitmen bersama antara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Jejaring Serikat Pekerja Buruh Sawit Indonesia (JAPBUSI), dan International Labour Organization (ILO) dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja sawit serta mendukung keberlanjutan industri.

Dalam sambutannya, Ketua Umum GAPKI yang diwakili oleh Memed Kosahi mengatakan bahwa industri sawit memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia. Dengan kontribusi sebesar Rp470 triliun dalam pemasukan devisa negara dan menyerap 16,2 juta tenaga kerja, sektor ini turut mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah.

Namun, industri sawit saat ini menghadapi berbagai macam tantangan. Salah satunya adalah stagnasi produksi di tengah meningkatnya konsumsi dalam negeri, terutama untuk produk oleofood dan biodiesel. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas pekerja menjadi salah satu solusi utama.

“GAPKI selalu menggaungkan pentingnya kerja layak di sektor sawit. Kami bekerja sama dengan ILO dan JAPBUSI melalui Jaga Sawitan untuk mendorong komunikasi yang baik dengan serikat pekerja serta menciptakan hubungan harmonis antara perusahaan dan buruh,” ujar Memed (Selasa, 25/02/2025).

Menurutnya, hubungan kerja yang baik akan meningkatkan kinerja industri sawit secara keseluruhan. Jaga Sawitan menjadi wadah bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, setara, dan sesuai dengan norma ketenagakerjaan yang berlaku.

Sekretaris Eksekutif JAPBUSI, Nursanna Marpaung menyampaikan bahwa sejak berdiri pada 16 Februari 2023, Jaga Sawitan telah melakukan berbagai inisiatif seperti membuat banyak dialog sosial. Ke depannya Jaga Sawitan akan meluncurkan modul terkait hak pekerja serta buku panduan bagi pekerja harian lepas.

“Kami berharap Jaga Sawitan dapat meningkatkan citra industri sawit Indonesia, menyelesaikan konflik hubungan industrial, meningkatkan keselamatan pekerja, serta mencegah pekerja anak,” kata Nursanna.

Nursanna juga menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap pekerja sawit agar produktivitas meningkat, hak-hak pekerja terlindungi, dan tercipta kondisi kerja layak di industri kelapa sawit.

Menteri Ketenagakerjaan RI dalam sambutannya mengatakan bahwa Jaga Sawitan dapat menjadi pondasi dalam membangun hubungan industrial yang harmonis di sektor sawit. Kementerian mendukung dialog tripartit antara perusahaan, pekerja, dan pemerintah untuk mencari solusi atas tantangan di sektor ini.

“Penting untuk menjaga keseimbangan industri dan kesejahteraan pekerja. Saya berharap Jaga Sawitan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” ujar perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan.

Simrin Singh selaku Country Director ILO Indonesia juga menyoroti pentingnya kesejahteraan pekerja dalam meningkatkan produktivitas industri. Menurutnya, pekerja membantu perusahaan untuk tumbuh. Apabila lingkungan kerjanya baik maka produktivitas akan ikut meningkat.

“Produktivitas akan meningkat jika lingkungan kerja dikelola dengan baik,” ungkap Simrin.

Melalui Jaga Sawitan ini diharapkan hubungan antara pekerja dan perusahaan semakin baik dan erat. Dengan kolaborasi antara GAPKI, JAPBUSI, dan ILO, Jaga Sawitan diharapkan terus menjadi solusi nyata dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik, meningkatkan kesejahteraan pekerja, dan menjaga keberlanjutan industri sawit Indonesia.