TPOMI 2026: K3 Pada Industri Sawit

TPOMI 2026: K3 Pada Industri Sawit

Jakarta, mediaperkebunan.id – Pabrik Kelapa Sawit terdiri dari rangkaian stasiun yang punya risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Dimulai dari boiler sebagai sumber steam dan energi PKS, loading ramp, stasiun sterilizer, stasiun press dan sterilisasi, area engine dan kernel, sampai kolam limbah dan biogas listrik. Risiko kecelakaan kerja meliputi ledakan, uap panas ekstrim, tekanan uap, kebakaran, paparan suhu tinggi, terjepit mesin, terpeleset minyak, paparan kebisingan tinggi dan debu. K3 pada industri sawit harus diterapkan secara ketat di PKS untuk menghindari kecelakaan kerja.

Praktik keselamatan utama pada PKS meliputi:

  • Pengaman Mesin: Pemasangan pelindung pada mesin untuk mencegah kontak tak sengaja.
  • Kesiapan Darurat: Ketersediaan alat pemadam kebakaran, kit tumpahan, dan pintu darurat dengan tanda yang jelas.
  • Keselamatan Panas dan Tekanan: Prosedur operasi yang aman untuk boiler, sterilizer, dan peralatan bertekanan tinggi lainnya.
  • Perlindungan Kebisingan: Menyediakan pelindung pendengaran di mana tingkat kebisingan melebihi batas aman.
  • Inspeksi dan Pemeliharaan Rutin: Pemeriksaan rutin pada peralatan untuk mendeteksi dan memperbaiki bahaya sebelum menyebabkan kecelakaan.

K3 berperan penting dalam pengelolaan pabrik kelapa sawit. Karena itu dalam TPOMI 2026, K3 dibahas oleh pihak yang sangat kompeten yaitu Sumarjono Saragih, Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan dan Ketua Bidang SDM GAPKI dengan tema Upaya Preventif dan Promotif K3 di Industri Sawit.

K3 sebagai bagian dari pilar sawit berkelanjutan. Hasil ekonomi yang diperoleh dari industri sawit bisa menjadi tidak berarti jika pekerja menghadapi risiko kecelakaan atau gangguan kesehatan.

TPOMI dilaksanakan tanggal 8-10 Juli 2024 di Hotel Adimulia Medan, Conference tanggal 8-9 Juli, serta Field Trip tanggal 10 Juli di PKS Adolina PTPN IV dan pabrik minyak makan merah.