Jakarta, mediaperkebunan.id – PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom, anak perusahaan PTPN III holding, adalah perusahaan yang memasarkan produk-produk PTPN yaitu minyak sawit (CPO,PKO, PKM), teh, karet, gula. Khusus CPO dipasarkan dengan tender secara online, tidak ada tatap muka, dibuka setiap hari dari jam 12.30 – 15.00.
Pada TPOMI 2026 KPBN Inacom menjadi salah satu pembicara yaitu Ardita Sukma Pradana dengan tema Membaca Arah Harga Sawit 2027-2028 : Tren, Peluang dan Tantangan. Prediksi harga CPO sangat penting untuk budgeting PKS.
Fluktuasi harga CPO pada tender mengikuti harga pasar. Pada tender Jumat (18/6) withdraw. Harga kontrak frangco Dumai pada pembukaan ditetapkan Rp15.600/kg sedang penawaran tertinggi Rp15.358/kg. Harga kontrak FOB Talang Duku Rp15.400/kg sedang penawaran tertinggi Rp15.111/kg.
Menurut Muhammad Zulham Rambe, SEVP Operation KPBN, withdraw terjadi ketika tidak ada titik temu harga antara pemilik barang (PTPN) dan buyer. PTPN tidak mau melepas dengan harga yang ditawarkan pembeli.
Pembeli tender CPO KPBN adalah perusahaan – perusahaan refinery di dalam negeri. Kebijakan ekspor satu pintu lewat Danantara Sumberdaya Indonesia tidak akan mempengaruhi operasional KPBN.
Ketika pemerintah mengumumkan kebijakan ekspor satu pintu, selama 10 hari tender KPBN withdraw terus. Pembeli memberikan penawaran selalu dibawah harga pembukaan. Padahal harga CPO internasional tidak turun. Biasanya gap harga antara pembukaan dan penawaran tipis sekitar Rp150/kg. Tetapi waktu itu gapnya sampai Rp4000/kg.
“Ketika Wakil Menteri Pertanian mengundang semua stake holder membahas turunnya harga TBS ditingkat petani, kami sampaikan bahwa harga CPO dipasar internasional tidak turun malah naik. Karena itu tidak ada alasan harga TBS petani turun,” katanya.
KPBN beberapa bulan terakhir selain menjual CPO PTPN juga Agrinas. CPO yang dijual setiap tahunnya 2,5 juta ton, atau hanya 5% saja dari total produksi CPO nasional. Meskipun hanya 5% tetapi harga KPBN sering menjadi acuan pihak lain untuk harga CPO.
Pembeli harus menjadi member dan menyerahkan cash deposit. Hal ini bertujuan untuk menghindari pembeli yang akan merusak harga. Misalnya harga pembukaan Rp15.400 tetapi pembeli memberikan penawaran Rp17.000 tentu mereka menjadi pemenang. Tetapi setelah itu mereka membatalkan begitu saja sedang harga sudah terlanjur rusak.
Dengan cash deposit mereka tidak akan melakukan ini karena depositnya akan dikembalikan dengan denda besar. “Kondisi ini menutup kemungkinan pelaku yang akan merusak pasar ikut tender,” kata Zulham.
Mekanisme pembentukan harga CPO sepenuhnya mekanisme pasar, sama sekali tidak ada intervensi. Pembentukan harga sesuai hukum ekonomi kalau produksi lebih sedit dari permintaan maka harga naik dan sebaliknya. Beda dengan komoditas lain seperti gula yang ada HET (Harga Eceran Tertinggi).
Dengan mekanisme pembentukan harga seperti ini membuat industri kelapa sawit terus berkembang. Banyak investasi baik pada kebun dan PKS sehingga saat ini Indonesia jadi produsen terbesar di dunia. Kebijakan B40 yang naik menjadi B50 salah satu pemicu harga CPO stabil tinggi.
Dengan pengalaman panjang sebagai penjual CPO lewat tender, pernah mengalami harga CPO sangat rendah sehingga di bawah biaya produksi, tetapi pernah juga sangat tinggi. Fluktuasi harga CPO adalah keniscayaan.