Tiga Kumbang Penyerbuk Baru dari Tanzania Sudah Disebar di 9 Provinsi

Tiga Kumbang Penyerbuk Baru dari Tanzania Sudah Disebar di 9 Provinsi

Bogor, mediaperkebunan.id – Penyerbukan merupakan proses yang sangat penting dan sangat menentukan produksi sawit. Fruit set akibat penyerbukan merupakan jembatan antara bunga dan produksi sawit. Agus Eko Prasetyo, peneliti PPKS (Pusat Penelitian Kelapa Sawit) menyampaikan hal ini pada webinar Riset Perkebunan Nusantara Insight Series.

Inovasi terbaru untuk meningkatkan fruit set adalah introduksi serangga penyerbuk baru dari Tanzania yaitu Elaeidobius kamerunicus, Elaeidobius subvittatus dan Elaeidobius plagiatus. Pelepasan perdana dilakukan di Afdeling 1 Marihat sejumlah 7000 kumbang ( 3.000 E.kamerunicus, 3.000 E.subvittatus, 1.000 E.plagiatus).

Sudah didistribusikan ke 9 provinsi, lebih dari 27 titik di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, disertai tempat pembiakan. Monitoring terus dilakuka meliputi populasi, survival, penyebaran, koeksistensi, pola kunjungan ke bunga, perkembangan fruit set dan berbagai faktor keamanan.

Masalah di lapangan sebelum tahun 1983 dan kembali dilaporkan tahun 2007 adalah fruit set rendah atau tidak stabil. Pada awalnya pada tanaman baru menghasilkan dengan karakter bunga betina dominan, areal pengembangan baru yaitu Kalimantan. Tetapi kemudian berkembang pada tanaman remaja dan dewasa , juga pada semua areal.

Populasi serangga penyerbuk Elaeisdobius kamerunicus di lapangan tidak merata karena sangat dipengaruhi ketersediaan bunga jantan sebagai sumber pakan dan tempat berkembang biak. Populasi rendah karena terbatasnya bunga jantan antesis dan gangguan tikus. Agresifitasnya jua menurun karena depresi perkawinan sedarah setelah lebih dari 1.000 generasi dari sekelompok kecil pertama kali diintroduksi.

Curah hujan, jam hujan, mempengaruhi biologi dan aktivitas terbang E.kamerunicus, juga suhu, kelembaban dan vapour pressure deficit (vpd). Pemupukan dan kultur teknis lainnya mempengaruhi pembentukan bunga jantan sebagai sumber polen dan tempat berkembang biak. Aplikasi pestisda terutama insektisida yang tidak bijaksana menurunkan populasi serangga penyerbuk.

Best practises kebun untuk menjaga populasi dan agresivitas ElaeIdobius spp supaya tetap optimal untuk penyerbukan sawit adalah:

Menjaga kecukupan bunga jantan dengan menggunakan bahan tanam dengan sex ratio seimbang, kastrasi hanya bunga betina pada 2-3 bulan sebelum stop kastrasi, pemupukan berimbang dan konservasi tanah air, pengendalian hama tikus.

Aplikasi pestisida secara bijaksana dengan mengutamakan pestisida biologi atau kimia label hijau, gunakan bahan aktif terdaftar dengan dosis dan konsentrasi larutan sesuai anjuran, ulangan aplikasi sesuaikan dengan stadia hama yang rentan, hindari kontak langsung dengan bunga jantan mekar.
Pengelolaan vegetasi dan habitat, menjaga iklim mikro agar VPD normal 0,8-1,5 kPA dengan tidak blanket namum gulma terkendali, jumlah pelepah sesuai standar.

Monitor populasi dan fruit set secara berkala, cek keberadaan dan populasi kumbang penyerbuk minimal setiap bulan pada bunga jantan mekar, cek fruit set dan fruit to bunch pada sampel yang sama tiap bulan.

Dampaknya fruit set naik, berat tandan naik, rendemen minyak meningkat. Produktivitas naik tanpa menambah lahan. Penyerbukan yang baik menyebabkan efisiensi produksi. “Penyerbukan yang baik bukan hanya isu biologis melainkan bagian dari efisiensi produksi. Semakin efektif penyerbukan semakin besar menghasilan tbs yang lebih berat, produktivitas lebih tinggi, biaya produksi satuan hasil lebih rendah,” katanya.