Aceh Singkil Siapkan Ratusan Pekebun Ikuti Pelatihan SDM PKS BPDP, Penguatan Kapasitas Terus Berlanjut

Aceh Singkil Siapkan Ratusan Pekebun Ikuti Pelatihan SDM PKS BPDP, Penguatan Kapasitas Terus Berlanjut

Medan, mediaperkebunan.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sektor perkebunan kelapa sawit. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan mengikutsertakan 93 pekebun swadaya dalam Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Program Pengembangan SDM PKS yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun).

Pelatihan yang diselenggarakan PT Koompasia Enviro Institute pada 6–11 Juli 2026 di Hotel AIHO Medan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan teknis pekebun agar mampu mengelola kebun secara lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan. Sebanyak 93 peserta dibagi ke dalam tiga angkatan yang masing-masing terdiri atas 31 orang dan mengikuti pembelajaran selama 48 jam pelajaran.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Aceh Singkil, Nirwana Angkat, S.P., mengatakan bahwa kebutuhan akan peningkatan kapasitas pekebun di daerahnya masih sangat besar. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong agar semakin banyak pekebun memperoleh kesempatan mengikuti Program SDM PKS.

“Pelatihan ini telah lama dinantikan oleh para pekebun. Kami melihat manfaatnya sangat besar karena peserta memperoleh ilmu yang dapat langsung diterapkan di kebun. Oleh sebab itu, kami sedang mempersiapkan proses seleksi bagi ratusan pekebun lainnya agar dapat mengikuti pelatihan pada periode berikutnya,” ujar Nirwana.

Menurutnya, peningkatan produktivitas kelapa sawit rakyat tidak hanya bergantung pada penggunaan benih unggul atau pemupukan, tetapi juga pada kemampuan pekebun dalam menerapkan teknik budidaya yang benar sesuai rekomendasi.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai kesesuaian lahan, pengolahan lahan, teknik pembibitan, pengelolaan tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM), pengendalian hama dan penyakit, serta pemupukan berimbang.

Pembelajaran dipadukan dengan diskusi, simulasi, penggunaan alat peraga, dan praktik lapangan di Verdant Bioscience PT Timbang Deli Indonesia sehingga peserta dapat melihat langsung penerapan teknik budidaya yang baik.

Direktur PT Koompasia Enviro Institute, Henry Marpaung, menegaskan bahwa keberhasilan program pelatihan tidak diukur dari jumlah peserta semata, melainkan dari perubahan cara mengelola kebun setelah peserta kembali ke daerah masing-masing.

“Kami berharap setiap peserta menjadi contoh bagi pekebun lainnya. Ketika ilmu yang diperoleh diterapkan dan dibagikan kepada sesama pekebun, manfaat pelatihan akan berkembang jauh lebih luas dibandingkan jumlah peserta yang mengikuti pelatihan,” katanya.

Hal senada disampaikan Mukhlis, S.P., M.A., yang mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh saat membuka pelatihan. Ia menilai peningkatan kompetensi pekebun merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga daya saing industri kelapa sawit Indonesia.

“Produktivitas kebun rakyat akan meningkat apabila pekebunnya memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan jadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk mengembangkan kebun masing-masing,” ujarnya.

Pelatihan resmi ditutup pada 11 Juli 2026 setelah seluruh peserta menyelesaikan rangkaian kegiatan pembelajaran dan praktik lapangan. Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga pelatihan, Program SDM PKS diharapkan mampu melahirkan semakin banyak pekebun yang kompeten sehingga produktivitas dan kesejahteraan pekebun sawit rakyat di Aceh Singkil terus meningkat secara berkelanjutan.