Tidore, mediaperkebunan.id – PT Bumi Indawa Niaga (BIN) telah mendapatkan kepercayaan untuk menyuplai ratusan ton cangkang kelapa sawit ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tidore yang terletak di pulau Tidore, Provinsi Maluku Utara (Malut).
Perlu diketahui bahwa cangkang kelapa sawit dipakai untuk cofiring atau proses pembakaran campuran antara biomassa, dalam hal ini limbah cangkang sawit, dengan batubara sebagai bahan bakar bagi PLTU Tidore.
Ketut Adi Laskito dari PT BIN, seperti dalam sebuah keterangan yang dikutip Mediaperkebunan.id, Selasa (15/4/2025), menyebutkan tidak tertutup kemungkinan pasokan cangkang sawit dari PT BIN ke PLTU Tidore terus meningkat.
Hal tersebut, sambungnya lagi, disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhan dari PLTU Tidore atau PLTU lain milik PT PLN yang juga semakin meningkat.
“Dan kalau hal itu terjadi, maka tidak menutup kemungkinan akan mengirim dari sumber lain serta menggunakan dedicated shipping, tidak seperti yang dilakukan sekarang,” ucap Ketut Adi Laskito.
Sebagai informasi, yang dimaksud dengan dedicated shipping adalah pelayanan pengiriman barang khusus yang menggunakan moda transportasi dan juga pengemudi khusus untuk satu pelanggan dengan menggunakan rute khusus.
Dengan demikian, maka PT BIN nantinya akan mengirimkan cangkang sawit ke PLTU Tidore secara khusus dengan menggunakan kapal laut melalui jalur khusus.
Ketut Adi Laskito menegaskan kalau PT BIN memberikan dukungan penuh terhadap program pemerintah dalam penggunaan energi baru dan terbarukan atau EBT demi mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dan mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060.
“Kami mendukung pengurangan energi fosil, dan secara bersamaan, meningkatkan penggunaan EBT, termasuk yang berbahan kelapa sawit, untuk menekan emisi GRK dan mewujudkan NZE,” ujar Ketut Adi Laskito.
Dengan langkah ini, Ketut Adi Laskito bilang PT BIN tidak hanya mendukung transisi energi bersih, tetapi juga memberikan solusi ekonomi untuk memanfaatkan limbah kelapa sawit secara maksimal.
“Kami berharap bisa dilakukan kerja sama dalam jangka panjang dan dapat terus berkembang dengan PLN EPI dan PLTU Tidore,” ucapnya menambahkan.
Ia menambahkan, pengiriman pasokan cangkang sawit ke PLTU Tidore memiliki beberapa tantangan tersendiri, seperti lokasi PLTU itu sendiri dan pulau Tidore yang terletak di jajaran kepulauan yang membutuhkan akses transportasi laut.
Tak hanya itu, Ketut juga menilai produksi cangkang sawit sangat bergantung pada cuaca. Hal ini membuat pasokan cangkang sawit yang didapat dari limbah hasil produksi jadi fluktuatif dan tidak menentu.
Dikarenakan dua faktor tersebut ditambah dengan terbatasnya transportasi kapal, PT BIN menerapkan metode ‘tumpang’ atau joint cargo transportation.
Kapal tak hanya memuat pasokan cangkang sawit tetapi juga komoditas lain, yaitu palm kernel atau inti buah sawit yang akan dikirim ke Provinsi Jawa Timur (Jatim) sebesar 1.500 ton.