Sejumlah Menteri Prabowo Kunjungi Boven Digoel Terkait Biodiesel

Sejumlah Menteri Prabowo Kunjungi Boven Digoel Terkait Biodiesel

Merauke, mediaperkebunan.id – Sejumlah menteri di kabinet yang dipimpin oleh Prabowo Subianto menggelar kunjungan kerja terkait pengembangan biodiesel sebagai upaya ketahanan energi nasional ke Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, Minggu (8/6/2025).

Para menteri tersebut, seperti dikutip mediaperkebunan.id dari laman resmi RRI, Senin (9/6/2205), adalah Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Ir Dody Hanggodo MPE.

Di samping itu, sejumlah perwira TNI dan pejabat dari Istana Kepresidenan jug turut hadir seperti Staf Khusus Presiden Bidang Infrastruktur, Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon SH MM, dan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad).Letjen TNI Tandyo Budi Revita S.SoS

Kemudian, Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Marsdya TNI Yusuf Jauhari M.Eng, Direktur Utama Agrinas Palma Letjen TNI Purn Agus Sutomo, serta Gubernur Papua Selatan Dr Ir Apolo Safanpo ST MT.

Kabupaten Boven Digoel sendiri dulu dikenal sebagai tempat pembuangan para pejuang yang ingin memperjuangkan Indonesia merdeka.

Oleh kolonial Belanda, para pejuang Indonesia tersebut dihukum dan menjadi tahanan politik, serta harus dibuang ke Boven Digoel yang dijadikan kamp kerja paksa.

Kini Boven Digoel menjelma sebagai kabupaten sentra perkebunan kelapa sawit dan menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar, khususnya solar.

Awalnya rombongan para menteri tersebut tiba di Bandara Tanah Merah, Merauke, lalu dilanjutkan dengan penerbangan menggunakan helikopter menuju Boven Digoel untuk melihat potensi perkebunan sawit yang ada.

Sekadar mengingatkan saja, pengembangan biodiesel menjadi program wajib atau program mandatori sejak era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai upaya untuk kemandirian di bidang energi nasional.

Program mandatori ini didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang kini diubah namanya menjadi BPDP karena diharuskan oleh pemerintah untuk membantu pengembangan perkebunan kelapa dan kakao.

Banyak pihak yang menyebutkan pengembangan biodiesel secara nasional ini telah memberikan dampak positif bagi para petani kelapa sawit karena harga pembelian tandan buah segar (TBS) merekaengalami peningkatan.