Ini Rahasia yang Bikin Holding PTPN Banyak Raup Untung

Ini Rahasia yang Bikin Holding PTPN Banyak Raup Untung

Jakarta, mediaperkebunan.id – Sepanjang kuartal I/2025, Holding PTPN sukses membukukan Laba Bersih di Kuartal I Tahun 2025 sebesar Rp 705 miliar, atau melonjak 1.032 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang lalu.

Hebatnya lagi, pencapaian tersebut ternyata lebih tinggi 289 persen bila dibandingkan dengan apa yang telah ditentukan dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) Holding PTPN.

Nah, di balik moncernya kinerja dan keuntungan tersebut, ternyata ada beberapa rahasia yang disimpan salah satu badan usaha milik negara (BUMN) yang kini diketahui memiliki tiga entitas atau sub holding itu.

Sejumlah rahasia itu, ungkap Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani, adalah melakukan langkah restrukturisasi perusahaan dan mentransformasi EBITDA.

Sebagai informasi, EBITDA sendiri merupakan akronim atau singkatan dari earning before unterest, taxes, depreciation, and amortization.

Artinya adalah pendapatan sebelum bunga, pajak dan amortisasi. Nah, amortisasi bermakna proses alokasi biaya aset tak berwujud secara bertahap selama masa manfaatnya.

Dalam dunia akuntansi, konsep ini bertujuan mencatat penggunaan aset secara akurat agar mencerminkan nilai sebenarnya dalam laporan keuangan perusahaan.

“Dalam rentang tahun 2021-2024, PTPN Group telah melakukan sejumlah langkah yang strategis dan transformatif,” kata Abdul Ghani dalam sebuah keterangan resmi seperti dikutip Mediaperkebunan.id, Rabu (14/5/2025).

“Perlu diketahui kalau perusahaan telah merestrukturisasi 13 anak usaha menjadi 3 entitas, yakni PTPN I SupportingCo, PTPN IV PalmCo, dan PT Sinergi Gula Nusantara atau Sugar Co,” Abdul Ghani menambahkan.

Selain itu, ungkap mantan petinggi PTPN II Medan ini, perusahaan juga telah melakukan transformasi EBITDA melalui efisiensi operasional dan biaya, peningkatan akuntabilitas dan fungsi pengendalian.

Perusahaan, sambungnya lagi, juga aktif mengembangkan inisiatif strategis untuk mendukung ketahanan pangan, transisi energi hijau, serta hilirisasi berbasis industri agro yang berkelanjutan.

Kata Ghani, ini membuktikan kalau Holding PTPN terus menunjukkan kinerja positif dan penguatan portofolio bisnis sebagai hasil dari transformasi menyeluruh yang dijalankan dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, melalui restrukturisasi strategis dan efisiensi operasional, PTPN Group kini menapaki jalur pertumbuhan berkelanjutan dan profitabilitas yang semakin kokoh.

Mohammad Abdul Ghani mengungkapkan, transformasi yang dilakukan sejak 2020 terbukti telah mampu menghasilkan dampak signifikan terhadap kesehatan keuangan dan struktur bisnis perusahaan.

Pihaknya melihat kalau PTPN Group saat ini tidak hanya berhasil keluar dari tekanan beban historis, tetapi juga berhasil membangun struktur portofolio bisnis yang lebih fokus dan bernilai tambah tinggi.

“Transformasi yang kami lakukan terbukti mampu mendongkrak efisiensi, produktivitas, dan profitabilitas,” ujar Abdul Ghani dengan nada bangga.

Abdul Ghani bilang, tidak heran kalau pada akhirnya Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) berhasil mendapatkan peringkat akhir “idA”/Stable” (Single A; Stable Outlook) oleh lembaga pemeringkat PT Pefindo.

Peringkat ini, ujarnya, berlaku untuk periode 24 April 2025 sampai dengan 1 April 2026, dan mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode sebelumnya yang mendapatkan predikat “Sehat” dengan peringkat “idA-“/stable.

Hal ini mencerminkan bahwa Perusahaan memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.

“Capaian ini juga didukung oleh kinerja keuangan yang baik, struktur modal yang sehat, dan prospek industri yang positif,” tutur Ghani lebih lanjut.

Dia menyatakan, ada dampak positif dari aksi korporasi melalui pengelolaan keuangan yang tangguh, efisiensi operasional, dan jumlah kas yang telah melampaui target, dan perjalanan menuju ekuitas sehat terus berlanjut.

“Yakni l, PTPN Group mencatatkan kinerja awal tahun yang menggembirakan dengan kinerja keuangan meroket tajam,” kata Abdul Ghani.

Berbagai capaian positif itu, ucapnya kembali, tidak lepas dari implementasi transformasi menyeluruh di tubuh Holding PTPN , termasuk melakukan restrukturisasi organisasi, penerapan teknologi digital, dan komitmen terhadap prinsip environmental, social, and governance (ESG).

“Transformasi tersebut tidak hanya meningkatkan kinerja keuangan, tetapi juga memperkuat posisi perusahaan sebagai pemain utama dalam industri perkebunan nasional bahkan global,” ujar Ghani.

Ghani menambahkan bahwa transformasi juga mencakup integrasi proses digital, tata kelola perusahaan yang lebih baik, serta peningkatan kapabilitas sumber daya manusia (SDM).

Hal ini, beber Ghani, membawa dampak langsung terhadap daya saing dan kinerja jangka panjang perusahaan.

“Dengan portofolio yang lebih ramping, fokus, dan bernilai, PTPN siap menjadi pemain utama di industri perkebunan dan agroindustri global yang modern dan berdaya saing tinggi,” tambahnya.

PTPN Group berkomitmen untuk terus memperkuat peran strategis, terutama sebagai korporasi agribisnis berskala nasional.

Perusahaan tidak hanya berkontribusi pada peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga mendukung agenda nasional, yang meliputi berbagai aspek.

Seperti, tutur Ghani, memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan, mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan.

“Serta tak lupa membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim melalui transformasi berkelanjutan,” tegas Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani,