Harga Kelapa Bulat Naik tapi Tidak Dinikmati Petani, Ini Solusinya!

Harga Kelapa Bulat Naik tapi Tidak Dinikmati Petani, Ini Solusinya!

Jakarta, mediaperkebunan.id – Saat ini harga kelapa bulat mengalami kenaikan dari kisaran Rp 3.000 per butir menjadi sekitar Rp 6.000 sampai Rp 7.000 per butir. Sejumlah produk turunan dari kelapa, seperti santan, juga ikut naik di banyak pasar tradisional.

“Kenaikan harga kelapa itu biasanya terkait dengan hari-hari besar keagamaan, seperti menjelang Natal dan Tahun Baru seperti sekarang. Barang pokok lainnya juga begitu, harganya juga naik,’ kata Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Indonesia (APKI), Suprihadiono, kepada Media Perkebunan, kemarin.

Kata dia, hal itu terjadi karena terpengaruh dengan mekanisme pasar di dalam negeri dan juga pasar luar negeri.

Yang prinsip bagi para petani kelapa, dalam hal ini APKI,” sambung Suprihadiono, selama gejolak pasar tidak berdampak buruk terhadap kesejahteraan petani kita akan menyesuaikan mekanisme pasar.

Tetapi Suprihadiono melihat dan menilai justru tidak banyak para petani kelapa yang merasakan nikmatnya kenaikan harga kelapa bulat tersebut.

“Middleman atau pedagang perantara seperti pengepul lah yang paling banyak menikmati keuntungan dari naiknya harga kelapa bulat tersebut,” ungkap Suprihadiono.

Ia bilang, sudah sekitar 10 tahun terakhir harga kelapa bulat selalai berada di kisaran Rp 3.000 – Rp 4.000 per butir. “Tetapi kali ini justru berada di kisaran Rp 6.000 ke Rp 7.000 per butir, tergantung kualitasnya,” bebernya.

Karena itu Suprihadiono menyarankan agar Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) membuat kebijakan harga eceran terendah (HET), tentunya setelah melalui proses pembahasan yang mendalam.

Ia mencontohkan kebijakan HET terkait beras yang mampu menopang kesejahteraan petani padi. DPN APKI, kata dia, yakin penerapan kebijakan HET mampu menopang kesejahteraan petani kelapa.

“Tetapi tentu saja HET tersebut harus realistis, jangan kemahalan. Nanti kalau mahal ya enggak sanggup pengusaha membeli kelapa petani,” kata dia.

Di samping itu, pihaknya juga menyarankan agar kelak dibangun kemitraan antara pengusaha dan petani kelapa sehingga rantai pasok terjamin, lebuh sustainable, dan tercipta juga kesejahteraan di tingkat petani.