BENIH

FKPB-KS : EKSPOR BENIH SAWIT JADIKAN INDONESIA PEMAIN GLOBAL

Dengan posisi seperti itu maka industri benih kelapa sawit Indonesia bukan saja untuk memenuhi kebutuhan kelapa sawit dalam negeri tetapi untuk memenuhi kebutuhan dunia. “Seperti industri benih jagung AS yang beroperasi di banyak negara, demikian juga seharunya  industri benih kelapa sawit Indonesia. Ekspor membuka jalan jadi pemain global karena setelah itu bisa kerjasama membangun industri benih di negara setempat dengan tenaga ahli, sumber daya genetik, teknologi  dan lain-lain dari Indone...

PETANI PENERIMA  ANUGERAH INDUSTRI BENIH  MEDIA PERKEBUNAN BPDPKS : PSR DENGAN BENIH UNGGUL TINGKATKAN PRODUKTIVITAS

Pada Anugerah Industri Benih Sawit Tahun 2023 yang diselenggarakan Media perkebunan dan BPDPKS untuk Kategori Kelembagaan Petani Peserta PSR Mandiri Pengguna Benih Unggul diberikan kepada H Nasaie SE, Ketua KUD Produsen Makmur Tani Indonesia (Aceh); Muslih, Ketua Kelompok Tani Aman Jaya (Aceh); Aliyadi, Ketua KUD Sawit Jaya (Kaltim).. Ki-ka mewakili H Nasaie, SE(,KUD Produsen Makmur Tani Indonesia), Mukti Sarjono (Dewan Pembina Media Perkebunan), Muslih (Ketua Kelompok Tani Aman Jaya )

Benih Kunci Keberhasilan Perkebunan

Jakarta, mediaperkebunan.id – Benar, bahwa tanaman perkebunan tidak hanya menopang devisa negara, tapi juga menopang ekonomi mayarakat. Terbukti, kontribusi nilai ekspor subsektor perkebunan dari komoditas unggulan tahun 2021 mencapai US$ 42,29 milyar atau setara dengan Rp 605,92 triliun (asumsi U$ 1 = Rp 14.329,-). Atas dasar itulah Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) komit

Tidak Ada Komoditi yang Menyamai Sawit

Ketua Forum Pengembangan Perkebunan Strategis Berkelanjutan Achmad Mangga Barani dalam FGD “Peta Jalan Industri Benih Kelapa Sawit Indonesia” digelar Media Perkebunan didukung BPDPKS

BPDPKS dan Media Perkebunan Gelar FGD Peta Jalan Industri Benih Sawit

JAKARTA, Mediaperkebuanan.id – Saat ini terdapat lebih dari 19 produsen benih sawit nasional. Meski begitu, akses masyarakat khususnya petani swadaya untuk mendapatkan benih unggul bermutu masih terbatas mengingat masih banyak beredarnya benih asalan. Lantas bagaimana peta jalan industri benih kelapa sawit Indonesia? Majalah Media Perkebunan didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) akan menyelenggarakan

<strong>Pe</strong><strong>ran</strong><strong> Benih </strong><strong>Unggul Bermutu Dibidang </strong><strong>Pertanian</strong>

Jakarta, mediaperkebunan.id – Benar, untuk mendapatkan produktivitas dan produksi yang tinggi, usaha budidaya tanaman harus dimulai dari penggunaan benih unggul bermutu. Pengadaan benih unggul agar memenuhi 5 (lima) kriteria tepat yaitu; tepat jenis, tepat jumlah, tepat mutu, tepat waktu dan tepat harga. Peningkatan jumlah dan mutu benih perlu diperhatikan untuk menjamin pengadaan bahan tanaman dalam

Benih Itu Investasi Jangka Panjang

Jakarta, mediaperkebunan.id – Jangan anggap remeh benih, apalagi benih perkebunan. Sebab jika sampai salah memilih benih atau menggunakan benih asalan (tidak berserifikat), maka kerugiannya bisa mencapai puluhan tahun. “Jadi kalau kita salah memilih benih dalam melakukan budidaya perkebunan maka investasi selama 3 tahun akan sia-sia. Bahkan hasil produktiviasnya selama puluhan tahun tidak akan maksimal,” jelas

<strong>Pola Kemitraan Dalam Mendukung Kemandirian Industri Perbenihan</strong>

Jakarta, mediaperkebunan.id – Benih merupakan komponen yang tidak dapat digantikan dalam sistem budidaya tanaman. Penggunaan benih bermutu memberikan kontribusi sekitar 40% terhadap keberhasilan pertanaman. Saat ini penggunaan benih bermutu di tingkat petani relatif rendah akibat terbatasnya ketersediaan dan aksesibilitas terhadap benih unggul bermutu di lokasi-lokasi pengembangan. Sementara benih yang beredar di masyarakat pada umumnya bermutu

Perkumpulan Produsen Kelapa Genjah dan Hibrida Indonesia Resmi Terbentuk

Jakarta, mediaperkebunan.id – Di tengah maraknya pengembangan kelapa genjah dan hibrida, para produsen dan pelaku usaha kelapa sepakat untuk membentuk asosiasi. Organisasi ini diharapkan bisa mendukung pemerintah dalam mewujudkan pengembangan kawasan kelapa berkelanjutan. Ketua Perkumpulan Produsen Kelapa Genjah dan Hibrida Indonesia, Petrus Chandra, menyebutkan bahwa asosiasi dibentuk untuk mewujudkan pengembangan kawasan kelapa bernilai tambah, dan