Update Terbaru Harga Lada Dunia Januari 2025

Update Terbaru Harga Lada Dunia Januari 2025

Jakarta, mediaperkebunan.id – Harga lada dunia pada Januari 2025 cenderung fluktuatif. Di Indonesia harga lada mengalami sedikit penurunan. Dilansir dari International Pepper Community, harga lada hitam mengalami penurunan sebesar 0,41% menjadi USD 7.113/MT. Lada putih juga mengalami penurunan sebesar 0,41% menjadi USD 9.193% /MT.

Sementara itu, harga lada di Malaysia mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Harga lada hitam ASTA tercatat naik sebesar 3,33% menjadi USD 9.000/MT sedangkan harga lada putih ASTA naik sebesar 4,13% menjadi USD 11.600/MT. 

Berbeda dengan lainnya, harga lada di Brazil cenderung stabil. Tercatat harga lada hitam Brazil ASTA 570 berada di angka USD 6.350/MT.

Brazil merupakan negara produsen dan pengekspor lada hitam terbesar kedua yang menyumbang 17- 18 dari pasokan global, namun pada tiga tahun belakangan ini mengalami penurunan produktivitas. Penurunan tersebut disebabkan oleh adanya El Nino, tercatat pada tahun 2024 ekspor lada Brazil hanya mencapai 61.665 ton. Hal ini turun tajam sebanyak 23,6% atau 19.037 ton dibandingkan tahun 2023.

Di Vietnam, harga ekspor lada hitam mengalami penurunan secara merata dengan varietas 500 g/l dijual seharga USD 6.350/MT  dan varietas 550 g/l dipasarkan dengan harga USD 6.650/MT. Kemudian harga ekspor lada putih tercatat sebesar USD 9.550/MT.

Berdasarkan informasi dari Vietnam Agriculture Newspaper, penurunan harga lada di Vietnam disebabkan oleh adanya perubahan iklim yang menyebabkan kondisi cuaca semakin tidak menentu menjadi tantangan besar bagi para petani. Tantangan ini tentunya akan berdampak pada meningkatnya biaya irigasi dan pengendalian hama yang diperlukan untuk mendukung produktivitas.

Perubahan iklim juga memperparah serangan hama pada tanaman lada yang menyebabkan tanaman cepat mati seperti nematoda, layu daun, dan lainnya. Tidak hanya di Vietnam, perubahan iklim juga menyebabkan perubahan harga lada dunia Januari 2025.

Selain itu, regulasi terkait residu pestisida dan standar lingkungan di pasar utama memberikan tekanan tambahan pada industri lada untuk menyesuaikan praktik budidaya dan proses produksi. Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan penerapan praktik berkelanjutan. Salah satu langkah pentingnya adalah dengan mengadopsi pengendalian hama terpadu dan lebih jauh lagi dengan menerapkan pengelolaan tanaman terpadu.