Jakarta, mediaperkebunan.id – Akselerasi transformasi digital dan pemanfaatan teknologi modern kini menjadi fokus utama dalam memacu pertumbuhan sektor industri kelapa sawit nasional. Implementasi strategi ini dinilai sangat vital untuk mendukung program hilirisasi yang tengah digalakkan pemerintah, dengan target mewujudkan ekosistem agroindustri bernilai tambah tinggi yang mampu mendistribusikan keuntungan secara adil bagi negara, korporasi, hingga petani swadaya di perkebunan. Merespons kebutuhan krusial tersebut, Media Perkebunan kembali mengambil peran sebagai fasilitator strategis yang mempertemukan para peneliti, praktisi perkebunan, dan pihak regulator. Sinergi ini diwujudkan melalui perhelatan 4th Technology & Talent Palm Oil Mill Indonesia atau TPOMI 2026, sebuah ajang eksibisi dan konferensi teknologi sawit terbesar di Indonesia yang siap digelar pada 8 hingga 10 Juli 2026 di Kota Medan, Sumatera Utara.
Untuk edisi tahun ini, pameran internasional tersebut mengusung tajuk utama “Updating Technology & Talent Palm Oil Mill and Downstream”, dengan diperkuat oleh sub-tema strategis “Hilirisasi Komoditi Perkebunan Menuju Sawit Pilar Indonesia Emas 2045”.
Salah satu sorotan utama yang siap mencuri perhatian dalam pameran ini adalah kehadiran PT Victorindo Pratama Mandiri. Perusahaan ini akan mendemonstrasikan sejumlah lini produk unggulan terbarunya, seperti pompa industri Aquaflow, mesin screw press, serta komponen ripple mill yang sebagian besar telah mengantongi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) berkadar tinggi.
Rangkaian inovasi manufaktur yang dibawa ke lantai pameran meliputi:
- Efisiensi Energi & Material Tangguh: Pompa Aquaflow generasi terbaru dirancang khusus dengan fitur hemat energi (saving energy). Melalui kolaborasi riset bersama Departemen Metalurgi ITB, material pompa ini telah ditingkatkan mutunya agar memiliki daya tahan ekstrem terhadap korosi cairan kimia serta sifat abrasif material sawit.
- Fasilitas Foundry Modern: PT Victorindo Pratama Mandiri juga menjadi pionir di tanah air dengan mengoperasikan fasilitas pengecoran logam (foundry) menggunakan teknologi lost foam casting pertama di Indonesia. Metode manufaktur ini diklaim jauh lebih ramah lingkungan, sekaligus mampu menghasilkan produk cetakan baja dengan tingkat presisi tinggi dan kualitas yang jauh lebih solid.
Selain inovasi dari PT Victorindo Pratama Mandiri, lantai eksibisi TPOMI 2026 bakal dipadati oleh puluhan korporasi berskala global dan nasional. Jajaran eksibitor ini siap memamerkan aneka terobosan mutakhir, mulai dari mesin-mesin manufaktur modern, instrumen pemrosesan kelapa sawit terkini, peralatan kebun yang inovatif, produk turunan hilir, hingga ekosistem industri pendukung terintegrasi.
Lebih dari sekadar etalase komersial, ajang TPOMI 2026 diproyeksikan menjadi wadah diskusi ilmiah serta sinkronisasi kebijakan makro lintas sektor. Pihak penyelenggara menargetkan perhelatan ini akan dihadiri sekitar 1.000 peserta, yang mempertemukan para pengelola pabrik dalam dan luar negeri, akademisi, pelaku usaha, hingga jajaran pembuat kebijakan dari unsur pemerintah.
Melalui integrasi kuat antara para ahli dan regulator ini, TPOMI 2026 diharapkan mampu mengemban misi sebagai inkubator strategis nasional. Sasaran akhirnya adalah mendorong lahirnya generasi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) masa depan yang efisien, beroperasi dengan prinsip ramah lingkungan, serta adaptif terhadap gelombang digitalisasi demi mengukuhkan komoditas sawit sebagai pilar ekonomi hijau menuju visi Indonesia Emas 2045.