Perkuat Ekonomi Desa, PT REA Kaltim Plantations Gelar Hari Kerja Sama 2026 di Kutai Kartanegara

Perkuat Ekonomi Desa, PT REA Kaltim Plantations Gelar Hari Kerja Sama 2026 di Kutai Kartanegara

Kalimantan Timur, mediaperkebunan.id – PT REA KALTIM PLANTATIONS (REA) resmi menggelar Hari Kerja Sama 2026 di Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Acara yang berlangsung selama dua hari pada 12–13 Juni 2026 ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan inklusif, meningkatkan dialog multipihak, serta memberdayakan perekonomian dan penghidupan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Melalui inisiatif ini, produsen minyak sawit berkelanjutan tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan mulai dari warga, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), koperasi, hingga pelaku UMKM lokal.

Salah satu agenda utama yang disoroti adalah komitmen perusahaan terhadap Program Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat (FPKM). Langkah ini berjalan selaras dengan regulasi pemerintah melalui Peraturan Menteri Pertanian No. 18/2021 dan Surat Edaran Direktur Jenderal Perkebunan Kementan No. B-347/KB.401/E/07/2023.

Presiden Direktur REA, Luke Robinow, menegaskan bahwa kemitraan yang dibangun perusahaan harus berorientasi pada dampak praktis dan jangka panjang.

“Melalui inisiatif seperti FPKM, kami ingin menciptakan struktur yang terus menghasilkan nilai bagi desa, mendukung partisipasi ekonomi lokal, dan membangun hubungan yang lebih kuat antara perusahaan dan masyarakat sekitar,” ujar Luke, Jumat (12/6/2026).

Aksi nyata dari komitmen ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama lanjutan antara REA dan Desa Kembang Janggut, yang didukung pendanaan perbankan untuk pengadaan aset produktif seperti alat berat. Selain itu, REA juga menyepakati Nota Kesepahaman (MoU) penentuan lokasi kebun kemitraan dengan Desa Teluk Bingkai.

Apresiasi senada datang dari pihak pemerintah. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kutai Kartanegara, Akhmad Taufik Hidayat, menyambut positif ruang konstruktif yang diinisiasi oleh korporasi tersebut.

“Pembangunan masyarakat membutuhkan koordinasi dan tanggung jawab bersama. Kami berharap Hari Kerja Sama ini dapat memperkuat kolaborasi dan membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat di Kutai Kartanegara,” kata Akhmad Taufik.

Hari Kerja Sama 2026 juga menjadi momen bersejarah bagi Koperasi Produsen Perkebunan Gotong Royong yang secara resmi diterima sebagai anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) per 5 Juni 2026. Keberhasilan ini merupakan buah dari Program SmallHolder INclusion for Ethical Sourcing (SHINES) yang diinisiasi REA untuk membantu petani swadaya meningkatkan ketertelusuran produk dan tata kelola kelapa sawit berkelanjutan.

“Menjadi anggota RSPO adalah pencapaian sekaligus tanggung jawab baru bagi kami. Bersama REA lewat program SHINES, kami terus berbenah memperbaiki pencatatan dan tata kelola agar petani desa terbukti mampu mengambil peran dalam rantai pasok minyak sawit dunia yang bertanggung jawab,” ungkap Ahmad Zulkarnain, Ketua Koperasi Gotong Royong.

Group Chief Sustainability Officer REA, Dr. Bremen Yong, menambahkan bahwa esensi dari keberlanjutan (sustainability) adalah penciptaan nilai bersama yang konsisten. Keanggotaan RSPO bagi koperasi lokal dianggapnya sebagai lompatan besar menuju rantai pasok yang inklusif.

Selain fokus pada kemitraan agribisnis, festival dua hari ini turut dimeriahkan oleh pameran pemberdayaan masyarakat, bazar UMKM, bursa kerja (job fair), pemeriksaan kesehatan gratis, pentas budaya, hingga program edukasi anak-anak yang melibatkan seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Kembang Janggut.