Negara Asal Didier Drogba Bikin HR Kakao Naik untuk Periode Mei 2025

Negara Asal Didier Drogba Bikin HR Kakao  Naik untuk Periode Mei 2025

Jakarta, mediaperkebunan.id – Pantai Gading atau dalam bahasa Inggris disebut dengan nama Ivory Coast merupakan asal dari Didier Drogba yang dikenal sebagai pesepakbola legendaris klub Chelsea FC di Inggris.

Pantai Gading yang merupakan salah satu negara di benua Afrika ini juga dikenal sebagai salah satu produsen kuat di pasar global untuk komoditas perkebunan kakao atau cokelat. Nah, diketahui kalau penurunan produksi kakao di Pantai Gading pada bulan April 2025 lalu ternyata memberikan pengaruh cukup kuat pada penetapan harga referensi (HR) dan harga patokan ekspor (HPE) kakao di Indonesia pada bulan Mei 2025 ini.

Situasi tersebut diketahui Mediaperkebunan.id, Kamis (1/5/2025), berdasarkan paparan resmi dari Isy Karim, seorang pejabat yang kini menjadi pelaksana tugas (PlT) Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri (Daglu) di Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Menurut Isy Karim, pemerintah memutuskan untuk menaikan HR dan HPE kakao pada bulan Mei 2025 ini karena dipengaruhi oleh penurunan produksi kakao di berbagai negara yang merupakan produsen utama kakao.

“Peningkatan HR dan HPE biji kakao, antara lain, dipengaruhi oleh penurunan produksi di berbagai negara produsen utama kakao, seperti Pantai Gading,” imbuh Isy Karim.

Isy Karim menjelaskan, HR biji kakao periode Mei 2025 ditetapkan sebesar USD 8.383,76 per metrik ton (MT). Dia menjelaskan bahwa nilai ini naik sebanyak USD 55,91 per MT atau 0,67 persen dari bulan sebelumnya.

“Hal ini berdampak pada peningkatan HPE biji kakao pada Mei 2025 menjadi USD 7.949 per MT, atau naik USD 54,00 atau 0,68 persen dari periode bulan sebelumnya. Namun bisa kami pastikan kalau peningkatan harga ini tidak berdampak pada bea keluar (BK) biji kakao yang tetap sebesar 15 persen sesuai kolom 4 lampiran huruf B pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 38 Tahun 2024,” tegas Isy Karim selaku Plt Dirjen Daglu Kemendag.

Sebelumnya diberitakan oleh Mediaperkebunan.id kalau pemerintah Indonesia melalui Kemendag memutuskan untuk menurunkan HR biji kakao untuk periode April 2025.

“Harga referensi HR biji kakao periode April 2025 ditetapkan sebesar USD 8.327,85 per metrik ton (MT), turun USD 2.067,02 atau 19,88 persen dari bulan sebelumnya,” kata Isy Karim.

Isy Karim mengakui bahwa kebijakan tersebut pada akhirnya berdampak pada penurunan HPE biji kakao pada April 2025.

“HPE nasional untuk biji kakao di bulan April 2025 ini menjadi USD 7.895 per MT, turun USD 2.016 atau 20,34 persen dari periode sebelumnya yang saat itu tercatat sebesar USD 10.394,87 per MT,” tegas Isy Karim menerangkan.