Medan, mediaperkebunan.id – Rangkaian acara 4th Technology and Talent Palm Oil Mill Indonesia TPOMI 2026) resmi ditutup dengan agenda kunjungan lapangan (fieldtrip) yang komprehensif pada Jumat (10/7/2026). Sebanyak 120 peserta fieldtrip TPOMI 2026 diboyong langsung untuk melihat implementasi nyata hilirisasi dan digitalisasi di dua lokasi strategis kelapa sawit Sumatera Utara.
Destinasi pertama berfokus pada inovasi produk turunan di Pabrik Minyak Makan Merah Koperasi Pagar Merah, sementara destinasi kedua berpusat pada efisiensi operasional berbasis teknologi di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Adolina milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 4 Regional 2.
Mendorong Kesejahteraan Petani Lewat Pabrik Minyak Makan Merah
Di lokasi pertama, para peserta disuguhkan konsep hilirisasi sawit berskala kerakyatan. Pabrik Minyak Makan Merah yang dikelola Koperasi Pagar Merah ini didesain khusus untuk mengintegrasikan petani swadaya langsung ke dalam rantai pasok industri hilir.
Peneliti Pasca Panen Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Frisda Rimbun Panjaitan, menjelaskan bahwa proyek ini menjadi terobosan penting bagi kemandirian petani lokal agar tidak lagi sekadar menjual Tandan Buah Segar (TBS).
“Melalui wadah koperasi, petani yang memiliki lahan bisa langsung mengolah TBS menjadi CPO hingga menghasilkan minyak makan merah. Dengan demikian, petani mendapat keuntungan lebih dari nilai tambah hilirisasi,” ujar Frisda di sela-sela kunjungan.
Pabrik ini memiliki kapasitas olah sebesar 50 ton TBS per hari dan mampu menghasilkan 10 ton CPO per hari, lengkap dengan produk sampingan seperti stearin merah dan acid oil/soapstock. Selain dari aspek ekonomi, produk minyak makan merah ini dinilai lebih unggul karena kaya akan nutrisi alami seperti Vitamin E, Pro-Vitamin A, dan skualen tanpa melalui proses fortifikasi buatan.
PKS Adolina PTPN 4: Menjadi Role Model Digitalisasi Pabrik Sawit
Perjalanan kemudian berlanjut ke PKS Adolina PTPN 4 Regional 2 untuk melihat langsung digitalisasi pabrik sawit modern. Rombongan fieldtrip disambut hangat oleh Operation Head 2 PTPN 4 Regional 2 Totop Poltak Hatorangan, Manager PKS Adolina Dennis Nichova, serta Masinis Kepala Jealsohn Nico Sinulingga.
Dalam pemaparannya, Dennis Nichova menunjukkan bahwa efisiensi tinggi serta stabilitas rendemen PKS Adolina sepanjang tahun 2023 hingga Juni 2026 berhasil dicapai berkat penerapan manajemen satu atap berbasis digital. Keunggulan utama pabrik ini adalah penggunaan aplikasi pemantauan terpusat secara real-time yang dikembangkan langsung oleh Holding (HO).
Selain unggul dalam teknologi digital, PKS Adolina juga menunjukkan komitmen tinggi terhadap industri hijau berkelanjutan melalu kepemilikan berbagai sertifikasi resmi, di antaranya:
- ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil)
- RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil)
- Sertifikat Halal
- ISO 9001 (Manajemen Mutu)
- ISO 14001 (Manajemen Lingkungan)
Wadah Transfer Pengetahuan Praktisi Sawit Nasional
Kegiatan fieldtrip TPOMI 2026 ini menjadi ruang diskusi interaktif dan transfer pengetahuan (knowledge sharing) yang efektif antar-praktisi sawit nasional. Seluruh rangkaian TPOMI 2026 pun diakhiri dengan agenda peninjauan langsung (factory tour) ke area operasional pabrik untuk melihat langsung otomatisasi mesin dan sistem digitalisasi yang diterapkan.
Momentum ini diharapkan mampu melahirkan sinkronisasi dan wawasan baru bagi para profesional demi mendukung akselerasi hilirisasi komoditas perkebunan menuju visi Sawit Pilar Indonesia Emas 2045.