Singapura, mediaperkebunan.id – Proyek Sustainable Oil Palm Replanting in Indonesia (SOPRI) secara resmi telah diluncurkan di Singapura oleh sejumlah lembaga dan perusahaan untuk membantu para petani kelapa sawit swadaya di Indonesia, khususnya di pulau Sumatera.
Adapun para pihak yang memberikan perhatian tersebut, seperti dikutip Media perkebunan dari laman resmi Musim Mas, Kamis (3/4/20259, diketahui memiliki kapasitas global dan cakupan yang luas, yaitu Abler Nordic, Musim Mas Group, Termasuk Foundation, serta Livelihoods Funds.
Untuk mengetahui kiprah organisasi, lembagai atau perusahaan yang terlibat dalam Proyek SOPRI tersebut, berikut akan disajikan secara umum profil masing-masing.Tentang Abler NordicLembaga ini sebelumnya bernama Nordic Microfinance Initiative, didirikan di Oslo, Norwegia, pada 2008 sebagai kemitraan publik dan swasta yang berfokus pada investasi perusahaan di dua benua, yaitu Afrika dan Asia.
Abler Nordic menyediakan pelayanan keuangan bagi rumah tangga berpenghasilan rendah. Saat ini, Abler Nordic mengelola enam dana, termasuk Climate Smart Fund, dengan total komitmen sebesar USD 470 juta.
Investor Abler Nordic terdiri dari dana investasi pemerintah Norwegia dan Denmark untuk negara berkembang (Norfund dan IFU), serta institusi keuangan swasta dan kantor keluarga dari kedua negara. Sejak 2008, Kementerian Luar Negeri Norwegia dan Norad telah memberikan pendanaan untuk mitigasi risiko fluktuasi nilai tukar serta bantuan teknis. Abler Nordic juga memiliki tim lokal yang beroperasi di Jakarta, Kalimantan, Nairobi, Delhi, Kopenhagen, dan Oslo. Tentang Musim Mas GroupIni adalah perusahaan minyak kelapa sawit terintegrasi yang didirikan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan kini telah berskala global dan beroperasi di 13 negara. Dari perkebunan, pabrik, kilang, pabrik penghancur inti sawit, oleokimia, dan pabrik specialty fats, Musim Mas memproduksi produk minyak kelapa sawit dan turunannya yang bernilai tambah.
Musim Mas Group diketahui merupakan salah satu produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia, dan tengah mengembangkan solusi inovatif yang bernilai tambah bagi para pelanggannya.
Hal ini didukung oleh pusat penelitian dan pengembangan (Litbang) atau research and development (R&D) di Singapura dan Indonesia. Inter-Continental Oils and Fats (ICOF), anggota Musim Mas Group, menjalankan kegiatan pemasaran global.
Musim Mas Group berkomitmen pada keberlanjutan dan merupakan perusahaan pertama dengan operasi signifikan di Indonesia yang bergabung dengan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pada tahun 2004. Berkomitmen sejak awal untuk mengurangi emisi, Musim Mas merupakan penanda tangan Peta Jalan Sektor Pertanian menuju 1,5 Derajat yang diselenggarakan oleh Tropical Forest Alliance. Peta jalan ini bertujuan untuk menghentikan deforestasi terkait komoditas sesuai dengan jalur 1,5 derajat sambil meningkatkan mata pencaharian pekebun swadaya dan mendukung transformasi sektor ini menuju pengelolaan penggunaan lahan yang mendukung hutan. Pada bulan Januari 2024, Musim Mas mengumumkan bahwa perusahaan akan berupaya mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050.
Hal ini telah sejalan pula dengan ilmu iklim sesuai dengan Science Based Targets Initiative (SBTi). Musim Mas juga mengelola program pekebun swadaya terluas di Indonesia.
Tentang Temasek Foundation
Temasek Foundation mendukung berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan individu dan komunitas di Singapura serta di luar negeri. Program-program ini dibiayai melalui dana filantropi yang diberikan oleh Temasek, sebuah perusahaan investasi yang berkantor pusat di Singapura. Melalui inisiatifnya, Temasek Foundation berupaya menciptakan dampak positif bagi masyarakat saat ini maupun bagi generasi mendatang. Secara keseluruhan, program-programnya berkontribusi dalam memperkuat ketahanan sosial, mendorong pertukaran internasional dan pembangunan kapasitas regional, memajukan ilmu pengetahuan, serta melindungi lingkungan.
Tentang Livelihoods Funds
Livelihoods Funds menyatukan koalisi aktor dari sektor publik dan swasta yang berkomitmen untuk memulihkan ekosistem alami yang terdegradasi, membangun rantai pasok berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan jutaan komunitas pedesaan.
Didirikan pada tahun 2015, Livelihoods Fund for Family Farming (L3F) merupakan kendaraan investasi inovatif dari Livelihoods Funds yang didirikan bersama oleh Mars Incorporated dan Danone, kemudian bergabung dengan Firmenich dan Veolia. L3F memiliki misi ganda, termasuk membantu merek-merek yang berkomitmen untuk beralih ke model sumber daya berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekebun swadaya. Dengan target investasi sebesar 85 juta euro dalam 10 tahun, L3F memberikan dukungan tepat waktu bagi penerapan praktik perkebunan regeneratif, pemberdayaan generasi baru pekebun, serta pemulihan sumber daya alam.
Sebelumnya, L3F telah membangun koalisi strategis dalam rantai nilai di sektor kelapa, vanili, dan shea di Filipina, Madagaskar, serta Ghana. Kali ini, L3F memanfaatkan keahliannya dalam agroekologi dan sumber daya berkelanjutan untuk merancang kegiatan proyek kelapa sawit baru yang berfokus pada perkebunan berkelanjutan atau regeneratif dan agroforestri. Proyek ini juga menghadirkan koalisi aktor yang berkomitmen di setiap tahap rantai nilai untuk mewujudkan transisi menuju praktik berkelanjutan.