Mengenal Jenis-Jenis Kayu Manis Dunia: Dari Ceylon hingga Kayu Manis Indonesia

Mengenal Jenis-Jenis Kayu Manis Dunia: Dari Ceylon hingga Kayu Manis Indonesia

Jakarta, mediaperkebunan.id – Kayu manis atau cinnamon merupakan salah satu rempah tertua di dunia yang digunakan sebagai bumbu, bahan pengobatan, dan pewangi alami. Rempah ini berasal dari kulit kayu yang ada pada bagian dalam pohon Cinnamomum dan kemudian dikeringkan hingga menggulung menjadi batang.

Kayu manis di Indonesia merupakan salah satu komoditas ekspor penting terutama dari wilayah Sumatera Barat dan Jambi. Namun, apakah Kawan Medbun tahu ternyata ada berbagai jenis kayu manis di dunia?

Dilansir dari srilankabusiness.com, terdapat dua jenis utama kayu manis yaitu Kayu manis Ceylon dan kayu manis Cassia. Kayu manis Ceylon sendiri merupakan “true cinnamon” yang berasal dari Sri Lanka. Sedangkan kayu manis Cassia mempunyai subspesies berbeda yakni C.cassia, C.burmani, C.loureirii, dan C.tamale.

Di pasar global terdapat empat jenis utama kayu manis yang beredar. Setiap jenis ini tentunya mempunyai aroma, cita rasa, dan karakteristik yang berbeda. Berikut penjelasan lengkapnya yang dapat Kawan Medbun ketahui!

1. Ceylon Cinnamon (Cinnamomum verum)

Ceylon Cinnamon berasal dari Sri Lanka dan India bagian selatan. Ceylon Cinnamon ini merupakan true cinnamon atau kayu manis asli. Ceylon cinnamon adalah kayu manis yang dianggap paling berkualitas di dunia.

Kulitnya tipis dan lembut, berwarna cokelat muda dengan lapisan berlapis seperti cerutu. Teksturnya mudah dipatahkan dan aromanya sangat harum dengan rasa manis lembut.

Ceylon cinnamon mengandung kadar coumarin yang sangat rendah sehingga aman dikonsumsi setiap hari. Karena kualitas dan aromanya yang halus, jenis ini banyak digunakan untuk bahan makanan premium, kue, minuman herbal, serta industri kosmetik dan farmasi.

2. Cassia Cinnamon (Cinnamomum cassia)

Cassia Cinnamon berasal dari Cina atau Tiongkok bagian selatan. Karena asalnya, cinnamon yang satu ini dikenal juga sebagai Chinese cinnamon. 

Jenis ini merupakan kayu manis yang paling umum dijumpai di pasar global. Batangnya tebal dan keras dengan warna cokelat tua kemerahan. Rasanya lebih kuat, pedas, dan tajam dibanding Ceylon.

Cassia memiliki kandungan coumarin yang cukup tinggi sehingga tidak disarankan dikonsumsi berlebihan. Karena harganya lebih terjangkau dan aromanya kuat, jenis ini banyak digunakan dalam industri makanan olahan, rempah kering, serta bubuk kayu manis siap pakai.

3. Saigon Cinnamon (Cinnamomum loureiroi)

Saigon Cinnamon berasal dari Vietnam sehingga dikenal juga sebagai Vietnamese cinnamon. Saigon cinnamon dikenal memiliki aroma paling tajam dan manis di antara semua jenis kayu manis. 

Kandungan cinnamaldehyde-nya mencapai hingga 5%, menjadikannya sangat aromatik dan memberikan rasa hangat serta pedas di lidah. Jenis ini banyak digunakan di Asia Tenggara dan populer di Amerika Serikat untuk produk makanan, minuman, dan kue-kue khas musim dingin.

4. Jenis Kayu Manis Indonesian Cinnamon (Cinnamomum burmannii)

Indonesian Cinnamon berasal dari Indonesia wilayah Sumatera Barat dan Jambi yang juga dikenal dengan Korintje cinnamon atau Padang cinnamon. Jenis kayu manis ini merupakan andalan ekspor Indonesia sehingga menjadi salah satu produsen dan pengekspor kayu manis terbesar di dunia.

Indonesian cinnamon memiliki warna cokelat kemerahan, tekstur agak tebal, dan rasa yang manis sedang dengan aroma lembut. Kandungan coumarin-nya lebih rendah dibanding Cassia, namun lebih tinggi dari Ceylon. Jenis ini banyak digunakan sebagai bahan baku industri makanan, minuman, farmasi, dan minyak atsiri.

5. Jenis Kayu Manis Malabar Cinnamon (Cinnamomum citriodorum)

Malabar Cinnamon berasal dari India bagian barat yakni di wilayah Malabar Coast. Jenis ini tergolong langka dan jarang ditemukan di pasar internasional. 

Ciri khasnya adalah aroma yang lebih ringan dengan sedikit sentuhan wangi lemon (citric note). Meskipun produksinya terbatas, Malabar cinnamon banyak dimanfaatkan secara lokal untuk kuliner dan pengobatan tradisional.