ILO Jajaki Kerjasama Kerja Layak pada Kopi Sumsel

ILO Jajaki Kerjasama Kerja Layak pada Kopi Sumsel

Jakarta, mediaperkebunan.id – Pekerjaan International Labor Organization, Organisasi Buruh Dunia (ILO), lembaga yang berada dibawah PBB, kantor Indonesia adalah meningkatkan keadilan sosial dan kerjas layak (decent work) lewat program nasional kerja layak berkerjasama dengan pemerintah Indonesia.

Dalam pelaksanaanya bekerja sama dengan pemerintah, organisasi buruh/pekerja dan organisasi pengusaha baik tingkat nasional maupun provinsi. Lingkup pekerajaan adalah peningkatkan keterampilan, promosi pekerja, memperkuat hubungan industrial, perlindungan sosial, mempromosikan bisnis yang bertanggung jawab dan prinsip dasar dan hak bekerja.

Salah satu program utama di Sumatera adalah mempromosikan kondisi kerja layak pada komoditas ekspor utama yaitu kelapa sawit dan kopi. Dilakukan pelatihan untuk meningkatkan kesesuiain perusahaan dengan kewajiban uji tuntas seperti diminta EU; hukum ketenagakerjaan yang menguntungkan baik pekerja maupun perusahaan, termasik pekebun yang menjadi bagian dari perusahaan sebagai komponen dari rantai pasok.

Di Sumsel ILO sudah sering bekerjasama dengan APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Sumsel yang dipimpin Sumarjono Saragih. ILO akan menjalin kerjasama dengan APINDO untuk memperkuat budidaya dan prosesing kopi di Sumsel dengan mempromosikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), lingkungan kerja yang sehat yang akan berpengaruh kepada produktivitas.

ILO sudah berkunjung Pebruari lalu dan bertemu dengan dinas tenaga kerja, APINDO, organisasi pekerja dan pemangku kepentingan lain yang relevan untuk mencari tahu apa yang diperlukan dan bagaimana sektor kopi di Sumsel bisa diperkuat dan lebih sustainable.

Delegasi ILO juga berkunjung ke lapangan untuk lebih mengerti budidaya kopi dan prosesing yang dilakukan pekebun, pedagang pengumpul, dan tempat pemrosesan akhir untuk mencari bagian mana yang yang bisa didukung dan diintervensi.

Delegasi ILO terdiri dari Ockert Dupper (Programme Manager of the ILO Vision Zero Fund, Geneva Office – a global initiative to promote occupational safety and health in global supply chains),. Kristina Kurths (Project Manager, ILO Jakarta), and Abdul Hakim (Programme Officer, ILO Jakarta).

Ketua APINDO Sumsel, Sumarjojo Saragih membuat South Sumatera Sustainable Coffee Inisiatif (SoCOFI). Kopi merupakan industri besar di Sumsel. Sumsel merupakan salah satu produsen kopi robusta terbesar di Indonesia meskipun tidak semua ekspor lewat pelabuhan Sumsel, banyak lewat eksportir di Lampung.

Sumarjono ingin meningkatkan derajat kopi robusta Sumsel sehingga tidak sekedar menjadi kopi sebagai bahan baku industri, juga mencari beberapa kopi robusta yang bisa naik kelas menjadi fine robusta. “Kopi Sumsel dilupakan jangan. Jangan Sumsel punya kopi tetapi daerah lain punya nama terus berlanjut,” demikian moto SoCOFI untuk membranding kopi Sumsel yang khas.