Jakarta, mediaperkebunan.id – Kabar baik bagi para petani kelapa sawit di Bumi Lancang Kuning. Harga Tandan Buah Segar atau hargaTBS sawit mitra plasma di Provinsi Riau kembali mencatatkan tren positif untuk periode sepekan ke depan, terhitung mulai tanggal 1 hingga 7 Juli 2026.
Kenaikan tertinggi tercatat pada kelompok kelapa sawit umur 9 tahun, yang mengalami lonjakan sebesar Rp55,60 per kilogram atau naik sekitar 1,47 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Dengan kenaikan tersebut, harga pembelian TBS petani pada kelompok umur ini kini menyentuh angka Rp3.831,76 per kilogram.
Dikutip dari mediacenter.riau.go.id Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Supriadi, menjelaskan bahwa penetapan harga TBS sawit mitra plasma pada periode ini sudah mengacu pada regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 13 Tahun 2024. Dasar perhitungan ini juga menggunakan tabel rendemen harga baru hasil kajian dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan yang telah disepakati bersama.
Menurut Supriadi, meroketnya harga TBS di tingkat petani plasma ini didorong kuat oleh performa positif pasar komoditas global, khususnya komoditas turunan kelapa sawit.
“Kenaikan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor naiknya harga Crude Palm Oil (CPO) dan kernel,” ungkap Supriadi dalam keterangan resminya.
Dalam sepekan terakhir, harga jual CPO dilaporkan mengalami kenaikan sebesar Rp167,21. Sementara itu, harga kernel mencatatkan lonjakan yang cukup signifikan, yaitu naik sebesar Rp444,40 dari pekan lalu. Untuk indeks K yang diterapkan pada periode ini berada di angka 92,87 persen, dengan harga cangkang ditetapkan sebesar Rp19,77 per kilogram.
Menyikapi adanya sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang tidak melakukan aktivitas penjualan pada minggu ini, Disbun Riau menerapkan aturan tegas sesuai Pasal 16 Permentan Nomor 13 Tahun 2024.
Jika terjadi kondisi tersebut atau saat masuk dalam tahap validasi 2, maka acuan yang digunakan adalah harga rata-rata dari Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN). Untuk periode ini, harga rata-rata CPO KPBN dipatok pada Rp15.525,00, sedangkan harga kernel KPBN berada di angka Rp12.795,00.
Pemerintah Provinsi Riau bersama Tim Penetapan Harga TBS sawit terus berkomitmen menjaga transparansi dan keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam kemitraan ini. Pihaknya memastikan tata kelola penetapan harga terus diperbaiki agar selalu selaras dengan regulasi yang berlaku.
Langkah strategis ini tidak lepas dari sinergi kuat antar lembaga di daerah, termasuk dukungan dari aparat penegak hukum.
“Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya serius dari seluruh stakeholder yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” tegas Supriadi.
Berdasarkan hasil rapat resmi Tim Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Plasma Provinsi Riau Nomor 23, berikut adalah rincian lengkap harga sawit berdasarkan kelompok umur tanam:
| Umur Tanam | Harga per Kilogram (Rp) |
| Umur 3 Tahun | 2.949,68 |
| Umur 4 Tahun | 3.347,18 |
| Umur 5 Tahun | 3.548,50 |
| Umur 6 Tahun | 3.703,60 |
| Umur 7 Tahun | 3.782,99 |
| Umur 8 Tahun | 3.827,74 |
| Umur 9 Tahun | 3.831,76 (Tertinggi) |
| Umur 10-20 Tahun | 3.810,90 |
| Umur 21 Tahun | 3.750,55 |
| Umur 22 Tahun | 3.692,58 |
| Umur 23 Tahun | 3.630,79 |
| Umur 24 Tahun | 3.563,01 |
| Umur 25 Tahun | 3.486,85 |
| Umur 26 Tahun | 3.440,62 |
| Umur 27 Tahun | 3.394,14 |
| Umur 28 Tahun | 3.348,86 |
| Umur 29 Tahun | 3.331,61 |
| Umur 30 Tahun | 3.317,24 |
Harga di atas akan menjadi standar resmi pembelian TBS kelapa sawit milik pekebun bermitra plasma di wilayah Provinsi Riau selama sepekan ke depan.