Harga Kakao Non Fermentasi November 2024 Masih Tergolong Tinggi

Harga Kakao Non Fermentasi November 2024 Masih Tergolong Tinggi

Jakarta, mediaperkebunan.id – Harga kakao non fermentasi di Indonesia masih menunjukkan tren yang cukup tinggi pada pekan kelima November 2024. Informasi ini diperoleh dari laporan Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.

Di wilayah Sumatera, harga kakao non fermentasi bervariasi. Di Pidie, Aceh, harga mencapai Rp 126.000 per kilogram. Sementara di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, berada di angka Rp 85.000 per kilogram.

Di Pasaman Barat, Sumatera Barat, harga lebih rendah, yaitu Rp 70.000 per kilogram. Sedangkan di Kerinci, Jambi, harga tercatat Rp 90.000 per kilogram, dan di Lampung Barat, Lampung, sebesar Rp 101.000 per kilogram.

Di Jawa dan Bali, harga kakao non fermentasi juga beragam. Di Ciamis, Jawa Barat, harga mencapai Rp 70.000 per kilogram, sedangkan di Gunung Kidul, Yogyakarta, hanya Rp 50.000 per kilogram.

Pacitan, Jawa Timur, mencatat harga Rp 82.300 per kilogram. Di Jembrana, Bali, harga naik hingga Rp 105.000 per kilogram.

Wilayah Indonesia Timur menunjukkan harga yang cukup kompetitif. Di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, harga kakao non fermentasi adalah Rp 90.000 per kilogram, sedangkan di Alor, Nusa Tenggara Timur, harga sedikit lebih rendah, yaitu Rp 80.000 per kilogram.

Di Bulukumba, Sulawesi Selatan, harga tercatat Rp 105.000 per kilogram, dan di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, mencapai Rp 80.600 per kilogram.

Harga kakao non fermentasi yang bervariasi ini menunjukkan dinamika pasar di berbagai sentra produksi kakao nasional, mencerminkan kondisi lokal dan kualitas produksi.