Cibinong, mediaperkebunan.id – Dua varietas kakao berkualitas unggul berhasil diciptakan dan kemudian diluncurkan oleh Pusat Riset Tanaman Perkebunan (PRTbun) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta PT MARS Symbioscience Indonesia.
Kedua varietas kakao yang telah resmi dilepas adalah ISC 1 dan B04C40R47 atau SCC 11. Proses pelepasan dua varietas kakao unggul tersebut dilakukan di Gedung BNC KST Soekarno, Cibinong, Provinsi Jawa Barat, belum lama ini.
Dari laman BRIN yang dikutip mediaperkebunan.id, Jumat (30/5/2025), terungkap kalau varietas SCC 11 dikenal adaptif dan stabil.
Produktivitasnya juga tinggi yaitu 2,13 ton hingga 2,5 ton per hektar (Ha) dalam kondisi kering, serta kandungan lemak yang tinggi sebesar 54 persen.
Sedangkan varietas ISC 1 memiliki produktivitas antara 2,11 ton hingga 2,65 ton per Ha. Varietas tersebut mampu melakukan penyerbukan sendiri atau self-compatible, dan memiliki keunggulan berupa masa panen yang lebih awal.
“Pelepasan varietas ini hasil dari perjalanan panjang kerja sama antara PT MARS Symbioscience dan BRIN,” ungkap Direktur Asia Cocoa PT MARS Symbioscience, Fay Fay Choo, yang hadir dalam acara. Itu secara virtual.
Fay Fay Choo menambahkan, kerja sama seleksi dan pemuliaan kakao telah dilakukan selama lebih dari 12 tahun melalui seleksi genomic market.
Sebelumnya, sambung Fay Fay Choo, proses penelitian telah mampu menghasilkan beberapa klon unggul yang sudah bisa diuji multi-lokasi, sekarang bisa dirilis bersama BRIN.
Visi yang sama antara pihaknya dengan BRIN menjadi kekuatan utama kolaborasi ini. Hal tersebut menjadikan PT MARS Symbioscience semakin yakin akan tetap menggandeng BRIN dalam menghasilkan klon unggul kakao berikutnya.
“Ini adalah perjalanan yang sudah bermula, dan ke depan kita akan merilis lagi klon-klon berikutnya,” kata Fay Fay Choo.
“Dengan BRIN kita memiliki visi yang sama, dan kita bergerak untuk kemajuan dan kemakmuran petani yang memiliki peran penting dalam ekosistem ini,” tutur Fay Fay Choo lebih lanjut.
Sementara itu Kepala PRTBun BRIN, Setiari Marwanto, dengan dukungan varietas unggul dan strategi pendampingan petani yang terstruktur, Indonesia diyakini mampu meningkatkan daya saing sektor kakao di pasar global.
“Diharapkan mampu bangkit sebagai negara produsen kakao terbesar ketiga di dunia,” demikian penegasan Kepala PRTBun BRIN, Setiari Marwanto.