Singapura, mediaperkebunan.id – Skor ganda ‘A’ yang merupakan nilai prestisius dari organisasi lingkungan hidup non-profit berskala global, Carbon Disclosure Project (CDP), berhasil diraih oleh Musim Mas Group, sebuah perusahaan kelapa sawit yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan kini menjadi perusahaan berskala global dan terintegrasi.
Tidak hanya itu, berdasarkan keterangan resmi yang dikutip mediaperkebunan.id dari laman resmi perusahaan, Jumat (13/6/2025), Musim Mas Group juga berhasil kembali masuk dalam daftar bergengsi ‘A-List’.
Olivier Tichit, Director of Communications and Sustainability Musim Mas Group, menjelaskan bahwa penilaian dari CDP ini mengukur upaya perusahaan dalam menghadapi tantangan lingkungan tersebut dan memberikan skor dari A hingga D-.
Meraih peringkat A, kata dia, menandakan tata kelola lingkungan yang kuat, yang memungkinkan perusahaan mengelola risiko secara efektif, menarik investor, dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Prestasi ini merupakan pengakuan kembali atas kepemimpinan Musim Mas Group dalam transparansi dan aksi lingkungan terkait hutan dan ketahanan air untuk tahun kedua secara berturut-turut,” ucap Olivier Tichit.
Perlu diketahui bahwa CDP, yang mengelola salah satu platform pengungkapan lingkungan global terkemuka, menggunakan kuesioner komprehensif yang mencakup tiga elemen utama kinerja lingkungan: iklim, air, dan hutan.
Perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar CDP A-List menunjukkan kinerja unggul dibandingkan dengan rekan-rekan seindustri, menunjukkan bahwa transparansi dalam keberlanjutan mengarah pada keberhasilan jangka panjang.
“Keberhasilan Musim Mas untuk kembali masuk dalam daftar A-List CDP menegaskan komitmennya terhadap perkebunan kelapa sawit yang keberlanjutan atau sustainability,” ucap Olivier Tichit.
Termasuk, sambungnya lagi, upaya untuk mengatasi deforestasi, mengelola sumber daya air secara bijaksana, dan progres menuju target emisi nol bersih pada tahun 2050 di seluruh rantai nilai perusahaan.
Pengakuan ini, beber Olivier Tichit, juga mencerminkan kepemimpinan Musim Mas Group terkait transparansi dan akuntabilitas dalam perjalanan keberlanjutan perusahaan.
Dia menjelaskan bahwa Musim Mas telah melakukan pengungkapan secara utuh kepada CDP sejak tahun 2017 terkait perubahan iklim, dan sejak 2018 terkait hutan dan ketahanan air, dengan peningkatan skor yang konsisten.
Tahun ini, lanjut Olivier Tichit, dari 22.700 perusahaan yang dinilai, Musim Mas menonjol sebagai satu-satunya perusahaan kelapa sawit yang meraih peringkat ganda ‘A’ terkait hutan dan keamanan air, serta mempertahankan skor ‘B’ terkait perubahan uklim dalam penilaian CDP 2024.
Pada Januari 2024, pihaknya berkomitmen untuk mencapai emisi nol bersih pada 2050 di bawah inisiatif Science Based Targets Initiative (SBTi), dan pada Oktober di tahun yang sama, target tersebut secara resmi disetujui.
Sebagai bagian dari komitmen yang lebih luas terhadap keberlanjutan dan penanganan perubahan iklim, Olivier Tichit bilang, sejak tahun 2022 Musim Mas juga bergabung dalam Peta Jalan Sektor Pertanian Menuju 1,5 Derajat Celsius atau Agriculture Sector Roadmap to 1.5 Degrees bersama 13 perusahaan komoditas pertanian lainnya.
Dia menuturkan bahwa inisiatif ini dipimpin oleh Tropical Forest Alliance dan merupakan upaya kolektif untuk menghentikan deforestasi akibat komoditas dan menjaga pemanasan global tetap di bawah 1,5 derajat Celsius.
“Kami bersyukur kembali diakui dalam daftar ‘A List’ CDP. Hal ini mencerminkan komitmen perusahaan kami terhadap keberlanjutan dan transparansi,” ujar Olivier Tichit.
Dia menegaskan kalau melindungi hutan dan sumber daya air sangat penting dalam perjalanan Musim Mas Group menuju emisi nol bersih pada tahun 2050, dan pengakuan ini menegaskan progres yang telah kami capai.
Dengan nada merendah, Olivier Tichit mengaku nasih banyak yang harus dilakukan, dan kami tetap berkomitmen untuk mendorong perubahan yang berarti dan memperkuat upaya Musim Mas Group.
“Terutama dalam menghadapi perubahan iklim. Kami akan terus bergerak maju, bekerja sama dengan mitra dan pemangku kepentingan untuk mencapai dampak nyata dan berkelanjutan,” tegas Olivier Tichit selaku Director of Communications and Sustainability.