Dewan Kakao: Impor Biji Kakao Turun, Produksi Naik?

Dewan Kakao: Impor Biji Kakao Turun, Produksi Naik?

Jakarta, mediaperkebunan.id – Dalam Buletin Statistik Perdagangan Luar Negeri Volume 42 No 2/2025 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik, tercantum bahwa impor biji kakao oleh Indonesia selama Januari sampai dengan Desember 2024 sebesar 157.394.975 kg. Angka ini jauh di bawah impor Januari-Desember 2023 yang tercantum sebesar 276.682.627 kg, yaitu terjadi penurunan sebesar 119.287.652 kg atau 43.11%.

Terhadap data tersebut menurut Soetanto Abdullah , Ketua Dewan Kakao Indonesia, timbul dua pertanyaan:

  1. Dengan turunnya impor tersebut apakah berarti industri pengolahan kakao di dalam negeri sudah mengurangi kapasitas produksinya, sehingga kinerja ekspor produk olahan kakao menurun?; atau
  2. Industri di dalam negeri sudah mendapatkan lebih banyak biji kakao dari dalam negeri sebagai bahan baku industrinya, sehingga mengurangi impor biji?

“Untuk menjawab pertanyaan pertama, dapat merujuk data Badan Pusat Statistik mengenai angka-angka ekspor biji kakao dan produk olahannya pada tahun 2024 dibandingkan tahun 2023.,” katanya. Terdapat variasi kinerja ekspor produk-produk kakao sebagai berikut:

  • Biji kakao turun 8,78%
  • Pasta kakao naik 15,48%
  • Lemak kakao turun 21%
  • Bubuk kakao naik 3,82%
  • Cokelat naik 19,74%

Secara akumulatif terjadi penurunan kinerja ekspor kakao dan produk olahannya setara dengan 368.319 kg biji kakao, akan tetapi penurunan kinerja ekspor sebesar itu sangat kecil dibanding penurunan impor biji sebesar 119.287.652 kg. Artinya bahwa tidak ada penurunan kinerja ekspor kakao dan produk olahannya yang signifikan meskipun impor bahan baku berkurang sampai 43,11%.

“Dari jawaban untuk pertanyaan pertama, sekaligus dapat kita jawab pertanyaan kedua, bahwa pada tahun 2024 industry di pengolahan kakao dalam negeri sudah lebih banyak mendapatkan bahan baku dari dalam negeri dibanding pada tahun 2023, sehingga impor bahan baku menurun. Artinya telah terjadi peningkatan produksi biji kakao di dalam negeri,” kata Soetanto lagi.

Terlepas dari angka produksi biji kakao yang diterbitkan oleh Kementerian Pertanian, dari perhitungan angka ekspor impor yang diterbitkan oleh BPS serta angka konsumsi dalam negeri, didapatkan angka produksi biji kakao Indonesia pada tahun 2023 sebesar 190.156.091 kg; angka ini mendekati perkiraan International Cocoa Organization (ICCO) sebesar 180.000 ton. Sedangkan perhitungan dengan cara yang sama untuk produksi tahun 2024 sebesar 296.689.471 kg, terjadi kenaikan produksi sebanyak 106,533,381 kg.

“Jika angka-angka ini benar, apakah ini dampak harga biji kakao yang naik antara 300-400% sehingga petani kembali rajin merawat kebunnya? Semoga,” kata Soetanto.