Karang Baru, mediaperkebunan.id – Para petani kelapa sawit swadaya dan plasma di berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang mulai tersenyum sumringah menjalani hari Senin (10/3/2025) ini, karena sepanjang akhir pekan kemarin mereka mendapatkan kabar bahagia.
Kabar bahagia tersebut berupa kenaikan harga penjualan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) berdasarkan hasil tender yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) atau tender PTP sepanjang akhir pekan kemarin, Kamis-Jumat (6-7/3/2025).
Kenaikan harga CPO yang sangat signifikan tetsebut memberikan dampak positif berupa terdongkraknya harga pembelian TBS petani di tingkat pengepul, toke, loading RAM, maupun di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS) di Aceh Tamiang.
M Saleh, salah satu petani sawit di Aceh Tamiang, menuturkan kepada Mediaperkebunan.id kalau harga TBS produksi petani sawit swadaya dan plasma di Aceh Tamiang kembali mendekati level Rp 3.000 per kilogram (Kg) sejak Jumat (7/3/2025).
“Dan kondisi positif itu berlangsung hingga saat ini,” kata pimpinan salah satu koperasi unit desa (KUD) di Aceh Tamiang melalui telepon selulernya.
“Harga rata-rata TBS di tingkat petani adalah Rp 2.430 per Kg, tetapi harga rata-rata di tingkat pengumpul adalah sebanyak Rp 2.630 per Kg,” ucap M Saleh melanjutkan.
Berikut ini harga TBS petani swadaya dan plasma di tingkat PKS yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang sejak akhir pekan lalu, Jumat (7/3/2025):
Berikut ini nama PKS beserta harga swadaya dan plasma:
- Pati Sari Rp 2.900, Rp 2.940
- Parasawita. Rp 2.700
- Sisirau Rp 2.885
- Betami. Rp 2.800 Rp 2.860
- Mora Niaga Jaya Rp 2.850 Rp 2.950
- Bumi Tamiang Sentosa Rp 2.880
- Tri Agro Palma Tamiang. Rp 2.720
- PTPN 1 Pulo Tiga. Rp 2.900
- PTPN 1 Tanjung Seumentoh. Rp 3.000 Rp 3.200
- Socfindo Sungai Liliput. Tidak Terima Buah
- Bumi Sama Ganda Off
- Bumi Dewa Sawita. Off