Tag: karet

Standar Mutu Perkebunan Terus Ditingkatkan

JAKARTA, Mediaperkebunan.id – Dalam upaya menggenjot ekspor komoditas perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan peningkatan standar mutu komoditas perkebunan. Upaya itu meliputi peningkatan mutu bahan olah karet (Bokar), bimbingan teknis petani lada, pala, kopi dan kako. Demikian dikatakan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ditjen Perkebunan, Kementan, Dedi Junaedi kepada Mediaperkebunan.id. “Kami

Kementan Akan Siapkan Mobile STDB

JAKARTA, Mediaperkebunan.id – Kementerian Pertanian (Kementan) akan memudahkan pekebun/petani kelapa sawit dalam membuat Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) melalui aplikasi Mobile STDB. Aplikasi melalui smartphone ini yang tengah disiapkan nantinya dapat diunduh melalui playsotre. Demikian dikatakan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan, Dedi Junaidi, dalam webinar bertema “Sawit Indonesia Berkelanjutan dan

DITJENBUN DAPAT ABT Rp337,31 MILIAR UNTUK TEBU, KELAPA, KOPI, JAMBU METE

Jakarta, Mediaperkebunan.id Tahun 2021 Ditjen Perkebunan mendapat Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Rp337,31 miliar untuk peningkatan komoditas tanaman perkebunan yaitu tebu, kelapa, kopi, jambu mete juga penyediaan sarana pasca panen dan pengolahan perkebunan. Sekjen Kementan Kasdi Subagyono menyatakan hal ini dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR-RI. Plt Dirjen Perkebunan Ali Jamil menyatakan anggaran tambahan

Mestinya Ada Pusat Pengembangan Bisnis Karet Alam

JAKARTA, Mediaperkebunan.id – Sebagai negara penghasil karet alam terbesar di dunia, seyogyanya di Indonesia dibentuk atau dibangun sebuah lembaga yang berbadan hukum yang khusus menangani karet alam. Badan itu bernama Pusat Pengembangan Bisnis Karet Alam Indonesia. “Kita mengerti bahwa Singapura dan Jepang yang tidak mempunyai lahan sehektar pun memiliki kebun karet alam di negaranya. Tapi

Ditjenbun Fokuskan Komoditas Utama

JAKARTA, Mediaperkebunan.id – Menyusul terbatasnya anggaran, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan), memfokuskan program pengembangan pada komoditas utama, seperti kopi, kakao, kelapa, jambu mete, karet, dan sagu. Diharapkan target produksi tercapai “Karena terbatasnya anggaran. Kami fokuskan pada pengembangan komoditas utama seperti kopi, kakao, kelapa, karet, dan sagu,” ujar Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar, Ditjen Perkebunan,

DITJENBUN MASIH MEMPERJUANGKAN ANGGARAN PEREMAJAAN KARET RAKYAT

Jakarta, Mediaperkebunan.id Peremajaan merupakan instrumen penting untuk meningkatkan produktifitas karet dan pendapatan petani. Luas kebun karet Indonesia 3,7 juta ha dan 3,1 juta ha milik petani. Pemerintah sudah merencanakan peremajaan karet rakyat seluas 700.000 dari tahun 2019-2027, pertahun sekitar 60.000-100.000 ha, tetapi belum terlaksana. Dirjen Perkebunan, Kasdi Subagyono menyatakan hal ini pada soft launching SNARPI

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS, SATU-SATUNYA CARA BERKEBUN KARET BISA UNTUNG

Salatiga, Mediaperkebunan.id Awal tahun 2021 ini, terutama Pebruari-April 2021 terjadi kondisi abnormal yaitu suply karet alam rendah. Penyebabnya menurut Titik Widyasari, peneliti Balai Penelitian Getas , Pusat Penelitian Karet adalah pekebun menghentikan penyadapan karena dibeberapa negara musim dingin. Harga karet yang rendah dalam beberapa tahun terakhir juga menyebabkan dilakukan peremajaan karet. Covid-19 menyebabkan permintaan sarung

HILIRISASI KARET MUBA, UBAH PETANI DARI PENGHASIL BOKAR MENJADI LATEKS

Palembang, Mediaperkebunan.id Luas kebun karet di Kabupaten Musi Banyuasin menurut Buku Statistik Perkebunan, angka tetap tahun 2019 adalah 130.120 ha terdiri dari TBM 1.226 ha, TM 124.880 ha dan TTMTR 4.014 ha. Produksi 130.503 ton, produktivitas 1,045 ton/ha dengan jumlah petani 52.437 orang. Iskandar Sariyanto, Kepala Bappeda Muba menyatakan kebijakan pemda Muba terhadap petani karet

CARI CARA KREATIF LAKUKAN PEREMAJAAN PERKEBUNAN TANPA MENGANDALKAN APBN

Jakarta, Mediaperkebunan.id Sudah lama banyak komoditas perkebunan perlu peremajaan tetapi karena anggaran pemerintah terbatas, maka yang diremajakan tidak sebanding dengan tanaman tidak menghasilkan tua rusak (TTMTR). “Misalnya untuk karet sejak saya jadi Sekditjen Perkebunan 7 tahun lalu mengusulkan gernas karet, kemudian jadi dirjen dan sekarang sudah pensiun tetap tidak terlaksana,” kata Gamal Nasir, pengamat perkebunan.

SUDAH SAATNYA DIADAKAN PEREMAJAAN KARET

Jakarta, Media Perkebunan.id Produktivitas karet Indonesia paling rendah dibanding negara-negara tetangga, yaitu hanya 1 ton/ha/tahun sedang Thailand dan Malaysia 1,4 ton dan Vietnam 1,6 ton. Penyebabnya adalah banyak tanaman yang tua dan rusak, juga banyak kebun menggunakan klon yang tidak unggul bahkan dari seedling. Karena itu sudah saatnya dilakukan peremajaan karet rakyat. Karyudi, pakar karet

SAWIT, LADA, KARET KOMODITAS ANDALAN BANGKA BELITUNG

Bangka Selatan, Mediaperkebunan.id Masyarakat Bangka Belitung untuk tanaman perkebunan sangat mengandalkan tiga komoditas yaitu lada, sawit dan karet. Bateng Haruldi, Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Bangka Belitung menyatakam hal ini pada kunjungan kerja Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Perjuangan/Ketua Umum Dewan Rempah Indonesia Gamal Nasir ke Desa Delas, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten

HARGA NAIK, PETANI KARET LUBUKLINGGAU/MUSI RAWAS PERLUAS KEBUNNYA

Lubuk Linggau, Mediaperkebunan.id Penangkar benih karet minta pemerintah memperhatikan harga karet. “Kalau harga karet tinggi maka petani semangat menanam karet sehingga permintaan bibit karet tinggi. Akhir-akhir ini harga karet kembali naik dan banyak petani memperluas karet dan membeli benih siap salur dari kami,” kata Suparno, pemilik CV Mutiara Bonggol, penangkar benih karet, kopi dan lada