COMODITIES

Penangkar Benih Siap Mengamankan Benih Perkebunan

Yogyakarta – Tahun 2018 adalah tahun perbenihan, dimana setiap komoditas termasuk komoditas perkebunan membutuhkan benih berkualitas untuk meningkatkan produktivitas. Atas dasar itulah Perkumpulan Penangkar Benih Tanaman Perkebunan Indonesia (PPBTPI) siap mengamankannya. “Kami para pengakar benih perkebunan siap mengamankan benih perkebunan dalam mendukung program perbenihan ditahun 2018,” janji Ketua PPBTPI, Badaruddin Buang Sabang dalam rangkaian diskusi

Vanili Kembali “Naik Kelas”

Yogyakarta – Tanaman Vanili yang dahulu sempat mengalami kemerosotan tapi sejak 5 tahun belakangan ini tanaman vanili yang masuk kategori tanaman perkebunan kembali naik kelas. “Jadi memang 5 tahun kebalakangan ini, vanili telah menjadi primadona, ini karena harganya telah menembus diatas Rp 2 juta per kilogram. Bahkan dua bulan yang lalu harganya sempat menembus angka

Perdagangan Tidak Mengenal Pertemanan

Yogyakarta – Memang setiap negara mempunyai hubungan dengan negara lainnya, tapi jika sudah menyangkut tentang perdagangan maka tidak ada lagi yang namanya pertemanan. Hal itulah yang dibahas dalam Hari Perkebunan ke 60 di Instiper Yogyakarta. Sebab harus diakui tidak sedikit hasil perkebunan asal Indonesia yang dihambat masuk ke negaranya meskipun pada dasarnya Negara tersebut membutuhkannya.

Perkebunan Sumber Kemakmuran dan Perekat

Yogyakarta – Perkebunan sudah membuktikan diri sebagai penyumbang PDB Nasional terbesar tahun 2016 yang nilainya mencapai Rp 429 triliun. Angka tersebut didapat dari sektor perkebunan kelapa sawit, kopi, kakao, teh, rempah-rempah dan lainnya. Bahkan tingginya pendapatan yang dihasilkan dari komoditas perkebunan telah melebihi sektor migas yang nilainya hanya Rp 365 triliun. Hal tersebut diungkapkan oleh

PP Gambut Memukul Investasi

BOGOR – Peraturan Pemerintah (PP) tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut yang tertuang dalam PP 71/2014 jo.PP 57/2016 masih menjadi regulasi yang menakutkan bagi investor. Padahal, pemerintah sedang bekerja keras mendorong masuknya investasi. Hal ini mengemuka dalam Seminar Nasional Refleksi Kebijakan Pengelolan Lahan Basah Indonesia yang diselenggarakan Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI) di Bogor. Peneliti

Bambang: Perkebunan Sumber Pendapatan dan Perekat

Stop pengkerdilan tanamn perkebunan. Ini karena tanaman perkebunan tidak hanya menyumbang pendapatan negara terbesar, tapi juga sebagai perekat. Benar, perkebunan memang sudah membuktikan diri sebagai penyumbang PDB Nasional terbesar tahun 2016 yang nilainya mencapai Rp 429 triliun. Angka tersebut didapat dari sektor perkebunan kelapa sawit, kopi, kakao, rempah-rempah dan lainnya. Bahkan tingginya pendapatan yang dihasilkan

Yara Solusi Peningkatan Produktivitas

Produktivitas tanaman yang terus meningkat sudah menjadi dambaan bagi petani pekebun, karena kaitannya erat dengan kesejahteraan hidup. Namun untuk mencapainya, tanaman harus diberi pupuk yang berkualitas dan pemupukan yang tepat. Yara merupakan salah satu produsen pupuk yang dikenal petani di seluruh dunia. Pupuk yang berasal dari Norwegia ini sudah terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas

Petani Tembakau Ikut Terpukul Kenaikan Cukai

Ada sebab ada akibat, begitulah yang terjadi pada petani tembakau dengan naiknya tarif cukai hasil tembakau pada 1 Januari 2018 dengan besaran rata-rata 10,4 persen. “Ini akan menjadi multi player effect, naiknya cukai hasil tembakau juga akan berdampak kepada petaninya dalam hal ini petani tembakau,” kata Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Agus Parmudji saat

TP2V Meloloskan Sepuluh Varietas Baru Tanaman Perkebunan

Tim Penilai Pelepasan Varietas Tanaman Perkebunan (TP2V) meloloskan sepuluh varietas tanaman perkebunan. Kesepuluh varietas itu masing-masing dua tanaman tebu, tembakau (2), kelapa dalam (2), kelapa sawit, kapas, sagu, dan teh. Sidang yang berlangsung hingga di Depok, Jawa Barat, Kamis (2/11) itu dipimpin Direktur Perbenihan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Muhammad Anas, dihadiri anggota TP2V antara lain Direktur

Ironis Jika Masih Ada yang Anggap Perkebunan Belum Penting

Ironis jika masih ada yang menganggap peran sub sektor perkebunan belum penting. Padahal secara nasional, saat ini dari 15 komoditas perkebunan yang penting telah memberikan kontribusi sebesar Rp 429 triliun terhadap PDB nasional. Nilai itu lebih besar dari kontribusi sektor minyak dan gas (migas). Hal tersebut dinyatakan Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Bambang, dalam Rapat

WPLACE 2017: Memprediksi dan Strategi Penguatan Perkebunan

Benar, bahwa dunia masih mengakui Indonesia sebagai penghasil atau pemasok hasil-hasil perkebunan. Melihat hal ini maka PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) menggelar World Plantation Conferences and Exhibition 2017 (WPLACE-2017) yang akan diselenggarakan pada tanggal 18 – 20 Oktober 2017 di Jakarta. “Jadi dengan dalam WPLACE-2017 ini akan dibahas bagamaiana komoditas perkebunan di Indonesia kedepan dan

Teknologi Petanian Itu Menguntungkan

Lembang – Teknologi pertanian tidak hanya medapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian tapi juga menguntungkan. Melihat hal ini maka sudah saatnya mengedukasi seluruh petani untuk berbudidaya menggunakan teknologi. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Bandel Hartopo dalam Lokakarya yang dilaksanakan dari tanggal 12 – 14 Oktober 2017 ini, menggandeng Forum Wartawan