JAKARTA, Mediaperkebunan.id – Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) memperkirakan angka produksi 2023 sebesar 2,6 juta ton. Neraca komoditi gula itu berdasarkan estimasi yang disusun bersama Badan Pusat Statistik dan Pusat Data Informasi Kementan dalam Rapat Koodinasi Terbatas Gula than 2022.
Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan, Ditjen Perkebunan, Kementan, Muhammad Rizal mengatakan, “pada saat taksasi awal giling ini diharapkan sudah dapat ditetapkan angka Taksasi Produksi Awal Giling tahun 2023 yang sudah disepakati oleh seluruh Pabrik Gula (PG),” ujarnya dalam Pertemuan Taksasi Produksi Awal Giling (28/04).
Rizal menyebutkan, sebanyak 59 Pabrik Gula (PG) akan melakukan pengilingan dengan rata-rata musim giling tahun 2023 pada bulan Mei hingga Juni 2023. Namun beberapa PG ada yang sudah melakukan giling sebelum mulai bulan Mei.
Kementan terus berupaya meningkatkan produktivitas sekaligus memaksimalkan potensi pengembangan lahan tebu untuk mendukung program percepatan swasembada gula nasional sehingga kedaulatan pangan dapat terwujud dan kesejahteraan petani kian meningkat.
Data Direktorat Jenderal Perkebunan tercatat produksi Gula Kristal Putih (GKP) tahun 2022 sebanyak 2.405.907 ton yang diperoleh dari luas areal 488.982 ha, produksi ini naik sekitar 2,34% dibandingkan produksi GKP tahun 2021. Ini disebabkan peningkatan luas areal dan produktivitas jika dibandingkan dengan tahun 2021 jumlah tebu digiling meningkat 9,29% dan produktifitas meningkat 3,08%.